Semua artikel

RISET PRODUK

Cara Melihat Persaingan Produk di Shopee

Cara melihat persaingan produk di Shopee dari tiga angka: porsi omzet 3 toko teratas, omzet listing baru, dan rapatnya harga, dengan tiga contoh hitung.

Cara melihat persaingan produk di Shopee yang berguna bukan menghitung jumlah penjual, tetapi melihat siapa yang memegang uangnya: dari produk di hasil pencarian satu kata kunci, hitung berapa persen omzet 30 hari yang dipegang 3 toko teratas, berapa persen yang dipegang listing berumur di bawah 6 bulan, dan seberapa lebar rentang harga produk yang laku. Pasar yang omzetnya lebih dari separuh dipegang 3 toko dan hampir tidak menyisakan omzet untuk listing baru berat dimasuki, sebesar apa pun pasarnya. Harga yang sangat rapat menandakan pembeli memilih dari harga, jadi pendatang baru mudah terseret perang harga.

Artikel ini membahas satu pertanyaan: seberapa ramai dan seberapa tertutup pasar di balik sebuah kata kunci, sebelum Anda ikut berjualan. Kalau yang Anda cari adalah cara membedah satu pesaing tertentu dari ulasannya, bacaannya ada di cara riset kompetitor Shopee.

Jumlah penjual bukan ukuran persaingan

Ukuran yang biasa dipakai adalah jumlah penjual. Shopee sendiri memakainya: di fitur Produk Potensial Seller Centre ada metrik "Kompetitor Lain", yang dijelaskan sebagai "Jumlah Penjual serupa lainnya" (Pusat Edukasi Penjual, halaman Fitur Produk Potensial, dibaca 5 Oktober 2026).

Jumlah penjual berguna untuk tahu seberapa ramai, tetapi tidak memberi tahu bagaimana uangnya terbagi. Di contoh di bawah, kata kunci "rak sepatu susun" punya 72 toko yang produknya laku dalam 30 hari terakhir, dan "rak sepatu kayu" punya 83 toko. Jumlahnya mirip. Tetapi di rak sepatu susun, 3 toko teratas memegang 63% omzet, sedangkan di rak sepatu kayu hanya 26%. Pasar pertama sudah dikuasai segelintir toko, pasar kedua masih terbagi rata.

Karena itu, persaingan lebih tepat dibaca dari tiga angka berikut. Ketiganya dihitung dari produk yang muncul di hasil pencarian satu kata kunci, memakai harga dan jumlah terjual 30 hari terakhir.

Angka 1: berapa persen omzet dipegang 3 toko teratas

Cara menghitungnya:

  1. Untuk setiap produk yang laku, hitung omzet 30 hari: harga dikali jumlah terjual 30 hari terakhir.
  2. Jumlahkan omzet itu per toko, karena satu toko bisa punya beberapa listing untuk kata kunci yang sama.
  3. Ambil 3 toko teratas menurut omzet, jumlahkan omzetnya, lalu bagi dengan omzet semua toko.

Makin kecil angkanya, makin terbuka pasarnya. Di Risetika, angka ini berwarna hijau bila 50% atau kurang dan merah bila di atas 62,5%. Batas itu patokan kasar Risetika versi awal, bukan aturan Shopee, dan belum diuji dengan kata kunci yang hasil penjualannya sudah diketahui. Pakai sebagai titik awal membaca, bukan vonis.

Yang dihitung toko, bukan produk. Kalau satu toko besar memecah barang yang sama menjadi beberapa listing, menghitung per produk membuat pasar tampak lebih terbagi daripada kenyataannya.

Angka 2: berapa persen omzet dipegang listing baru

Listing baru di sini berarti produk yang ditayangkan kurang dari 6 bulan lalu. Jumlahkan omzet 30 hari produk-produk itu, lalu bagi dengan omzet semua produk yang laku. Cara melihat umur sebuah listing ada di cara melihat tanggal upload produk di Shopee.

Angka ini menjawab pertanyaan penting bagi toko baru: apakah pembeli di kata kunci ini masih mau membeli dari listing yang belum punya riwayat. Shopee menulis bahwa di hasil pencarian, "produk dengan tingkat konversi tertinggi cenderung lebih dipilih" (Pusat Edukasi Penjual, halaman Memahami Cara Kerja Sistem Pencarian di Shopee). Listing lama sudah punya riwayat penjualan, listing baru belum. Kalau listing baru tetap kebagian omzet yang berarti, riwayat itu masih bisa dikejar. Faktor lain yang dinilai Shopee untuk urutan pencarian dibahas di SEO Shopee.

Di Risetika, angka ini hijau bila 18% atau lebih dan merah bila di bawah 10,5%. Batas 6 bulan dan kedua ambang itu juga patokan kasar.

Angka 3: seberapa rapat harga produk yang laku

Urutkan harga semua produk yang laku dari yang murah ke yang mahal. Ambil harga di titik seperempat dari bawah dan titik seperempat dari atas: separuh produk yang laku ada di antara dua harga itu. Lalu bagi selisih kedua harga dengan harga tengahnya.

Contohnya, kalau separuh produk yang laku dijual antara Rp 70.500 dan Rp 77.500, dengan harga tengah Rp 74.000, lebarnya Rp 7.000 dibagi Rp 74.000, sekitar 9,5%. Rentang serapat itu berarti hampir semua penjual menjual di harga yang sama. Pembeli tidak punya banyak alasan memilih selain harga, dan penjual baru yang ingin terlihat harus menurunkan harga.

Di Risetika, angka ini hijau bila lebarnya 68% dari harga tengah atau lebih, dan merah ("Rawan perang harga") bila di bawah 48%. Ini juga patokan kasar. Untuk membaca harga pesaing satu per satu, lihat cara melihat harga kompetitor di Shopee.

Contoh: tiga kata kunci rak sepatu

Tiga kata kunci di bawah kami riset dengan 360 produk per kata kunci. Semua angka di contoh ini data contoh: toko, produk, dan angkanya rekaan untuk menjelaskan cara membaca, bukan gambaran pasar rak sepatu di Shopee yang sebenarnya. Gambar diambil dari panel Riset Market Risetika versi 1.0.12 yang menghitung data contoh itu.

Skenario A: rak sepatu susun

Kartu Skor Peluang Risetika untuk keyword rak sepatu susun dengan data contoh: skor 51 dari 100, Perlu strategi. Pasar besar Rp 817,4 juta, dikuasai toko besar 63% omzet dipegang 3 toko teratas, toko baru susah 6% omzet dipegang listing di bawah 6 bulan, harga agak rapat Rp 94-167 ribu.
Skenario A, data contoh. Pasarnya lebih besar daripada dua skenario lain, tetapi dua dari empat ubin merah: omzet terpusat di 3 toko dan listing baru hampir tidak kebagian.
  • Omzet 30 hari semua produk yang laku: Rp 817.372.500, dari 263 produk laku milik 72 toko.
  • 3 toko teratas: Rp 237.738.000 + Rp 150.207.500 + Rp 129.990.000 = Rp 517.935.500. Dibagi Rp 817.372.500 = 63,4%.
  • Listing di bawah 6 bulan: Rp 52.312.500, atau 6,4% omzet.
  • Separuh produk yang laku dijual antara Rp 93.750 dan Rp 166.750, harga tengah Rp 125.000. Lebarnya 58% dari harga tengah.

Cek balik: 63,4% dikali Rp 817.372.500 kembali ke sekitar Rp 518 juta, sama dengan jumlah omzet ketiga toko. Toko keempat hanya memegang Rp 11.042.000, kurang dari sepersepuluh toko ketiga.

Keputusan: jangan masuk dengan produk yang sama persis. Uangnya besar, tetapi sebagian besar mengalir ke tiga toko yang sudah mapan, dan listing baru hanya kebagian 6%. Masuk hanya kalau Anda punya pembeda yang jelas (ukuran, bahan, atau paket yang tidak dimiliki tiga toko itu) dan modal untuk bertahan beberapa bulan.

Skenario B: rak sepatu kayu

Kartu Skor Peluang Risetika untuk keyword rak sepatu kayu dengan data contoh: skor 89 dari 100, Peluang besar. Pasar besar Rp 205,2 juta, tidak dimonopoli 26%, toko baru bisa tembus 31%, harga bebas Rp 99-253 ribu.
Skenario B, data contoh. Omzetnya seperempat Skenario A, tetapi keempat ubin hijau.
  • Omzet 30 hari: Rp 205.150.500, dari 214 produk laku milik 83 toko.
  • 3 toko teratas: Rp 19.537.000 + Rp 19.324.000 + Rp 15.156.500 = Rp 54.017.500, atau 26,3%.
  • Listing di bawah 6 bulan: Rp 63.181.000, atau 30,8% omzet.
  • Separuh produk yang laku dijual antara Rp 98.875 dan Rp 253.000, harga tengah Rp 161.750. Lebarnya 95% dari harga tengah.

Cek balik: 26,3% dikali Rp 205.150.500 kembali ke sekitar Rp 54 juta. Toko keempat memegang Rp 14.158.000, tidak jauh dari toko ketiga.

Keputusan: layak dimasuki. Pasarnya lebih kecil, tetapi tidak ada toko yang mendominasi, listing baru sudah memegang hampir sepertiga omzet, dan harga yang laku menyebar dari kelas murah sampai premium, jadi ada ruang untuk menjual di harga yang menutup biaya Anda.

Skenario C: rak sepatu lipat

Kartu Skor Peluang Risetika untuk keyword rak sepatu lipat dengan data contoh: skor 65 dari 100, Layak dicoba. Pasar besar Rp 364,6 juta, tidak dimonopoli 37%, toko baru bisa tembus 19%, rawan perang harga Rp 71-78 ribu.
Skenario C, data contoh. Tiga ubin hijau, tetapi ubin harga merah: hampir semua produk yang laku dijual di harga yang sama.
  • Omzet 30 hari: Rp 364.587.000, dari 239 produk laku milik 76 toko.
  • 3 toko teratas: Rp 60.184.000 + Rp 46.661.000 + Rp 28.761.500 = Rp 135.606.500, atau 37,2%.
  • Listing di bawah 6 bulan: Rp 69.853.000, atau 19,2% omzet.
  • Separuh produk yang laku dijual antara Rp 70.500 dan Rp 77.500, harga tengah Rp 74.000. Lebarnya 9,5% dari harga tengah.

Cek balik: 37,2% dikali Rp 364.587.000 kembali ke sekitar Rp 135,6 juta, sama dengan jumlah ketiga toko.

Keputusan: masuk hanya kalau Anda tetap untung di sekitar Rp 74.000 setelah semua potongan Shopee. Pintunya terbuka, tetapi Anda tidak bisa menjual jauh di atas harga pasar tanpa pembeda yang jelas. Hitung dulu harga jual minimum Anda dengan cara di cara menentukan harga jual di Shopee. Kalau harga minimum Anda di atas Rp 77.500, pasar ini bukan untuk produk Anda.

SkenarioOmzet 30 hari3 toko teratasListing baruLebar hargaKeputusan
A, rak sepatu susunomzet Rp 817,4 juta3 toko pegang 63%listing baru 6%lebar harga 58%jangan masuk tanpa pembeda
B, rak sepatu kayuomzet Rp 205,2 juta3 toko pegang 26%listing baru 31%lebar harga 95%layak dimasuki
C, rak sepatu lipatomzet Rp 364,6 juta3 toko pegang 37%listing baru 19%lebar harga 9,5%masuk hanya bila untung di Rp 74.000

Kalau hanya melihat besar pasar

Kalau ketiga kata kunci diurutkan dari omzet saja, urutannya A, C, lalu B, dan pilihan pertama jatuh ke rak sepatu susun. Padahal di A, toko keempat hanya memegang Rp 11.042.000 per 30 hari, sedangkan di B toko keempat memegang Rp 14.158.000. Pasar A empat kali lebih besar, tetapi toko keempatnya kebagian lebih sedikit daripada toko keempat di B, karena tiga toko teratas A sudah mengambil 63% omzet. Besar pasar menjawab "berapa uang yang berputar", bukan "berapa yang tersisa untuk toko baru".

Besar pasar tetap perlu dilihat, karena pasar yang terbuka tetapi terlalu kecil tidak akan menutup target Anda. Cara membaca besar pasar bersama target omzet per produk ada di cara menilai keyword sebelum jualan di Shopee, dan cara memecah kata kunci lebar menjadi pasar yang lebih sempit ada di cara mencari niche produk di Shopee.

Skor Peluang Risetika: empat angka jadi satu

Menghitung ketiga angka di atas dengan tangan berarti mencatat harga, toko, umur listing, dan terjual 30 hari dari ratusan produk. Di Risetika, panel Riset Market yang muncul di halaman pencarian Shopee menghitungnya dari produk yang sudah terkumpul dan menampilkannya sebagai kartu Skor Peluang, seperti gambar di atas. Caranya ada di panduan bagian Riset Market Size.

Skor 0 sampai 100 itu gabungan empat faktor dengan bobot:

  • Besar pasar, 30%. Diukur dari omzet 30 hari pada skala Rp 10 juta sampai Rp 1 miliar. Hijau mulai sekitar Rp 160 juta.
  • Penguasaan 3 toko teratas, 30%.
  • Pendatang baru yang laku, 25%.
  • Sebaran harga, 15%.

Di Skenario A misalnya: 0,30 x 96 + 0,30 x 33 + 0,25 x 21 + 0,15 x 48 = 51,15, dibulatkan 51. Labelnya: 75 ke atas "Peluang besar", 55 sampai 74 "Layak dicoba", 35 sampai 54 "Perlu strategi", di bawah 35 "Berat ditembus".

Bobot dan ambangnya versi awal yang belum dikalibrasi, jadi kartu itu selalu berlabel "perkiraan". Yang lebih berguna daripada angka totalnya adalah ubin yang merah, karena ubin itulah yang memberi tahu apa yang menghambat. Skor baru muncul setelah minimal 30 produk terbaca dan minimal 15 di antaranya punya angka terjual 30 hari.

Alat resmi Shopee dan batasnya

Seller Centre punya dua fitur yang memperlihatkan data di luar toko Anda sendiri, keduanya dengan batas:

  • Produk Potensial. Menurut Pusat Edukasi Penjual, fitur ini memberi "rekomendasi produk dengan peluang penjualan yang tinggi dan jumlah kompetitor yang relatif sedikit", dengan metrik Jumlah Penjualan 30 hari dan Kompetitor Lain. Fitur ini "akan tersedia secara bertahap untuk Penjual" dan hanya bisa diakses lewat Seller Centre. Dari penjelasannya, yang dinilai adalah produk yang direkomendasikan Shopee; halaman itu tidak menyebut cara menilai kata kunci pilihan Anda sendiri.
  • Panduan Penjualan di Performa Toko. Tab Produk Terlaris menampilkan 30 produk terlaris dari sub-kategori yang Anda pilih, tetapi tab Produk Terlaris, Produk Populer, dan Kata Kunci Teratas "hanya tersedia untuk Penjual terpilih".

Pusat Edukasi Penjual juga menulis terus terang bahwa banyak data kompetitor, "seperti tingkat penjualan dan keuntungan yang mereka dapatkan", tidak bisa didapat dengan mudah. Kalau Anda menghitung manual dari kartu produk, ingat bahwa angka terjual di kartu bukan angka 30 hari terakhir, sehingga hitungan condong ke listing lama. Bedanya dibahas di cara melihat produk terlaris di Shopee per bulan.

Batas angka ini

  • Omzet adalah perkiraan dari harga dikali angka terjual 30 hari yang tampak di Shopee, hanya untuk produk yang muncul di pencarian kata kunci itu. Diskon saat transaksi dan varian dengan harga berbeda tidak ikut terhitung.
  • Hasil pencarian satu kata kunci bisa memuat produk lain yang mirip. Rak sepatu susun bisa ikut muncul di pencarian rak sepatu lipat, dan sebaliknya.
  • Flash sale, kampanye tanggal kembar, atau musim bisa membuat satu toko tampak menguasai pasar untuk sementara. Ulangi riset sebelum memutuskan restock besar.
  • Batas 50%, 62,5%, 18%, 10,5%, 68%, 48%, dan 6 bulan adalah patokan kasar Risetika, bukan aturan Shopee. Ganti dengan pengalaman Anda sendiri setelah beberapa kali riset.
  • Angka di contoh adalah data contoh. Hasil riset Anda untuk kata kunci yang sama akan berbeda.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah Skor Peluang Risetika bisa dipakai di paket Gratis?

Tidak. Kartu Skor Peluang ada di panel Riset Market, dan riset pasar terkunci di paket Gratis dan Iklan Pro. Fitur ini terbuka di paket Riset Pro dan Pro Max, serta selama masa coba.

Kenapa Skor Peluang tidak muncul di halaman pencarian?

Skor baru dihitung setelah minimal 30 produk terbaca dan minimal 15 di antaranya punya angka terjual 30 hari. Gulir ke halaman berikutnya atau tunggu pengumpulan selesai. Kartu ini juga sengaja tidak tampil di halaman toko dan di Produk Serupa, karena di sana peluang masuk pasar tidak bermakna.

Apakah skor Perlu strategi berarti saya tidak boleh masuk?

Tidak selalu. Label itu berarti ada faktor yang menghambat, dan ubin merah di kartu menunjukkan faktornya. Kalau yang merah adalah penguasaan toko teratas, Anda butuh pembeda yang jelas. Kalau yang merah adalah harga, Anda perlu memastikan tetap untung di harga pasar.

Seberapa sering persaingan perlu dicek ulang?

Angkanya memakai penjualan 30 hari terakhir, jadi bergeser setiap hari. Cek ulang sebelum restock besar, sebelum menambah varian, dan setelah musim ramai atau kampanye besar, karena saat itu satu toko bisa tampak menguasai pasar untuk sementara.

Baca angka pasarnya sendiri

Risetika menempelkan estimasi omzet, rentang harga, dan umur listing langsung di hasil pencarian Shopee. Coba gratis 3 hari.