Semua artikel

RISET PRODUK

Cara Mencari Niche Produk di Shopee Pakai Data

Cara mencari niche produk di Shopee: pecah kata kunci lebar jadi sub-niche, lalu bandingkan omzet, listing baru, dan isi hasil pencariannya. Ada 3 contoh.

Cara mencari niche produk di Shopee: pecah satu kata kunci lebar (misalnya "kaos kaki") menjadi 3 sampai 5 sub-niche, lalu riset tiap sub-niche dengan angka yang sama. Pilih sub-niche yang listing berumur di bawah 6 bulan sudah ada yang mencapai target omzet Anda, dan yang sebagian besar omzetnya memang dibayar untuk produk niche itu, bukan untuk produk umum yang ikut muncul di hasil pencarian. Sub-niche dengan market size besar belum tentu mudah dimasuki toko baru.

Artikel ini membahas satu bagian riset: menyempitkan kategori lebar sampai ketemu pasar yang permintaannya ada dan pintunya masih terbuka. Urutan riset produk dari awal, termasuk menghitung harga jual minimum, ada di artikel cara riset produk di Shopee.

Apa itu niche produk di Shopee

Niche adalah pasar yang lebih sempit di dalam kategori besar, dengan pembeli yang kebutuhannya lebih spesifik. "Kaos kaki" adalah kategori. "Kaos kaki pramuka", "kaos kaki pilates", dan "kaos kaki anti slip" adalah calon niche di dalamnya. Pembelinya berbeda: orang tua anak sekolah, orang yang ikut kelas olahraga, dan orang tua bayi yang baru belajar jalan.

Di Shopee, cara praktis mengukur niche adalah lewat kata kunci yang diketik pembeli, karena setiap kata kunci memberi hasil pencarian sendiri dengan harga, pesaing, dan umur listing sendiri. Jadi "mencari niche" di sini berarti mencari kata kunci yang lebih sempit, lalu menilai apakah pasar di balik kata kunci itu layak dimasuki toko baru.

Langkah 1: pecah kata kunci lebar jadi 3 sampai 5 sub-niche

Mulai dari kata kunci lebar yang Anda pahami, lalu tambahkan satu kata yang mempersempit pembelinya. Empat jenis kata yang biasanya berguna:

  • Siapa pemakainya: anak, bayi, muslimah, pria.
  • Untuk kegiatan apa: sekolah, pramuka, futsal, pilates, kerja.
  • Sifat atau bahan: anti slip, katun, tebal, transparan.
  • Momen: lebaran, tahun ajaran baru, musim hujan.

Dua sumber ide yang bisa Anda cek sendiri:

  • Saran pencarian Google. Ketik "kaos kaki" lalu spasi di kolom pencarian Google. Saat kami mencobanya pada 3 Oktober 2026, sarannya antara lain kaos kaki anti slip, kaos kaki pramuka, kaos kaki futsal, dan kaos kaki pilates. Saran ini menunjukkan frasa yang memang diketik orang, tetapi tidak menunjukkan berapa banyak orangnya.
  • Kata Kunci Teratas di Seller Centre. Menurut Pusat Edukasi Penjual Shopee, menu ini menampilkan kata kunci pencarian teratas dari 3 kategori dengan produk terbanyak di toko Anda dalam 7 hari terakhir. Batasnya, tab ini hanya tersedia untuk Penjual terpilih dan hanya untuk kategori yang sudah Anda jual, jadi kurang membantu bila Anda belum punya toko. Kategori yang Anda pilih juga menentukan persen biaya admin, contohnya ada di kategori produk Shopee.

Tulis 3 sampai 5 calon dulu. Lebih dari itu, Anda akan menghabiskan waktu riset sebelum sempat menjual apa pun.

Langkah 2: riset tiap sub-niche dengan angka yang sama

Sub-niche hanya bisa dibandingkan kalau setiap calon dinilai dengan angka yang sama dan cara hitung yang sama. Angka yang dibutuhkan ada di hasil pencarian Shopee, per produk: harga, terjual sebulan, umur listing, dan nama produk. Mencatatnya dengan tangan untuk ratusan produk per kata kunci memakan waktu lama.

Di contoh berikut kami memakai Risetika, ekstensi Chrome yang menempelkan panel Riset Market di atas hasil pencarian Shopee. Panel itu menjumlahkan omzet 30 hari (harga dikali terjual 30 hari) semua produk yang terkumpul, lalu menggambar dua diagram: omzet per umur listing dan omzet per rentang harga. Tombol unduhnya menyimpan semua produk sebagai CSV 18 kolom, termasuk kolom Nama, Harga, Omzet 30 Hari, dan Umur Listing (bulan), yang bisa dibuka di Excel atau Google Sheets. Cara mengunduh dan membersihkan datanya ada di artikel cara download data produk Shopee ke Excel.

Semua omzet di sini adalah estimasi dari harga dan angka terjual yang tampak, bukan laporan resmi Shopee, dan hanya mencakup produk yang muncul di pencarian kata kunci itu.

Langkah 3: baca empat angka untuk tiap sub-niche

Tentukan dulu target omzet per produk per bulan. Di contoh ini targetnya Rp 10 juta. Angka itu juga pilihan filter di Risetika, jadi anggap sebagai patokan kasar dan ganti dengan target Anda sendiri. Lalu baca empat angka ini:

  1. Berapa produk yang sudah mencapai target. Di CSV, hitung baris yang Omzet 30 Hari-nya Rp 10 juta atau lebih. Kalau hampir tidak ada, permintaan per produk di niche itu terlalu tipis untuk target Anda.
  2. Berapa di antaranya listing baru. Dari produk yang mencapai target, hitung yang Umur Listing-nya di bawah 6 bulan. Batas 6 bulan juga patokan kasar. Listing baru yang sudah laku adalah bukti langsung bahwa pemain baru masih bisa masuk.
  3. Berapa bagian omzet yang benar-benar milik produk niche. Saring kolom Nama yang memuat kata niche-nya (misalnya "pilates"), jumlahkan Omzet 30 Hari-nya, lalu bagi dengan total. Hasil pencarian sebuah kata kunci bisa juga memuat produk umum yang mirip. Kalau kurang dari separuh omzet (patokan kasar) dibayar untuk produk bernama niche itu, pembeli belum memperlakukannya sebagai pasar sendiri.
  4. Berapa bagian omzet yang dipegang 5 produk teratas. Urutkan Omzet 30 Hari dari besar ke kecil dan jumlahkan 5 baris teratas. Angka ini tidak kami pakai sebagai syarat lulus, tetapi menjelaskan kenapa market size yang besar bisa menipu. Versi per toko, bersama dua angka persaingan lain, dibahas di cara melihat persaingan produk di Shopee.

Angka pertama dan kedua bisa juga dilihat cepat lewat filter "Omzet/bln ≥ Rp10jt" dan "Listing baru (< 6 bln)" di panel. Filter omzet itu juga meloloskan produk yang rata-rata omzet seumur listing-nya mencapai Rp 10 juta, jadi hitungannya bisa sedikit lebih banyak daripada hitungan dari kolom Omzet 30 Hari.

Contoh: tiga sub-niche kaos kaki

Tiga calon dari Langkah 1 kami riset dengan 360 produk per kata kunci. Semua angka di contoh ini data contoh: produk, toko, dan angkanya rekaan untuk menjelaskan cara membaca, bukan gambaran pasar kaos kaki di Shopee yang sebenarnya. Targetnya Rp 10 juta per produk per bulan.

Skenario A: kaos kaki pramuka

Panel Riset Market Risetika untuk kata kunci kaos kaki pramuka dengan data contoh: 360 produk dianalisis, market size Rp1.026.006.500, umur listing 10 hari sampai 4 tahun 1 bulan; di diagram umur listing, omzet menumpuk di batang 1,9 sampai 2,7 tahun (Rp299jt) dan 2,7 sampai 3,5 tahun (Rp454jt)
Data contoh, kaos kaki pramuka. Market size-nya di atas dua calon lain, tetapi di diagram atas uangnya menumpuk di listing berumur hampir 2 tahun ke atas.

Market size kaos kaki pramuka Rp 1.026.006.500 sebulan, di atas dua calon lainnya. Ada 12 produk yang mencapai target, tetapi tidak satu pun berumur di bawah 6 bulan. Hampir semua omzet (98,2%) memang dibayar untuk produk bernama pramuka, jadi niche-nya nyata.

Masalahnya ada di angka keempat. Lima produk teratas memegang Rp 593.045.500, atau 57,8% dari market size. Sisanya, Rp 432.961.000, terbagi ke 355 produk lain, rata-rata sekitar Rp 1,2 juta per produk. Cek ulang: Rp 593.045.500 ditambah Rp 432.961.000 sama dengan Rp 1.026.006.500.

Keputusan: tunda. Pasarnya besar, tetapi dipegang beberapa listing lama, dan belum ada listing baru yang menembus target.

Skenario B: kaos kaki pilates

Panel Riset Market Risetika untuk kata kunci kaos kaki pilates dengan data contoh: 360 produk dianalisis, rentang harga Rp25.000 sampai Rp75.000, market size Rp817.165.500; di diagram umur listing, batang 24 hari sampai 1,9 bulan sudah Rp85,7jt dan omzet tersebar di banyak umur
Data contoh, kaos kaki pilates. Market size lebih kecil dari pramuka, tetapi batang di umur muda di diagram atas sudah berisi omzet.

Market size kaos kaki pilates Rp 817.165.500. Ada 18 produk yang mencapai target, dan 7 di antaranya listing berumur di bawah 6 bulan. Sebanyak 80,8% omzet dibayar untuk produk yang namanya memuat "pilates". Lima produk teratas hanya memegang Rp 168.660.000, atau 20,6%.

Produk yang mencapai target dijual di harga Rp 35.000 sampai Rp 59.000. Kalau harga jual minimum Anda (sesudah potongan Shopee dan laba) masuk di rentang itu, niche ini layak dicoba. Cara menghitung harga jual minimum ada di artikel cara menentukan harga jual di Shopee.

Keputusan: masuk, dengan stok kecil dulu.

Skenario C: kaos kaki anti slip

Panel Riset Market Risetika untuk kata kunci kaos kaki anti slip dengan data contoh: 360 produk dianalisis, rentang harga Rp12.000 sampai Rp60.000, market size Rp717.861.000; diagram umur listing dan rentang harga tampak sehat
Data contoh, kaos kaki anti slip. Panelnya tampak sehat. Masalahnya baru terlihat di kolom Nama pada CSV, karena panel tidak memisahkan produk menurut namanya.

Market size kaos kaki anti slip Rp 717.861.000. Ada 15 produk yang mencapai target dan 5 di antaranya listing baru, jadi dua angka pertama tampak bagus. Lima produk teratas memegang 29,6%.

Angka ketiga mengubah keputusannya. Produk yang namanya memuat "anti slip" hanya menghasilkan Rp 169.823.500, atau 23,7% dari omzet. Sisanya dibayar untuk kaos kaki bayi, kaos kaki yoga, dan kaos kaki pendek yang ikut muncul di pencarian itu. Dari 15 produk yang mencapai target, hanya 4 yang bernama anti slip, dan dari 5 listing baru yang lolos, hanya 2.

Keputusan: jangan jadikan niche sendiri. Pembeli yang mengetik "anti slip" ternyata membeli kaos kaki bayi atau yoga yang kebetulan anti slip. Kata itu lebih berguna sebagai fitur di judul produk niche lain, misalnya kaos kaki pilates. Cara menyusun kata di judul ada di artikel cara membuat judul produk di Shopee.

Ringkasan tiga skenario

AngkaA: pramukaB: pilatesC: anti slip
Market size (omzet 30 hari)Rp 1.026.006.500Rp 817.165.500Rp 717.861.000
Produk mencapai Rp 10 juta121815
Di antaranya listing < 6 bulan075
Omzet produk bernama niche98,2%80,8%23,7%
Omzet 5 produk teratas57,8%20,6%29,6%
Keputusantundamasukbukan niche sendiri

Kalau hanya memilih dari market size

Cara yang menggoda adalah memilih niche dari total pasar saja. Dengan cara itu, urutannya A, B, lalu C, dan pilihan pertama jatuh ke kaos kaki pramuka. Padahal di A tidak ada satu pun listing baru yang mencapai target, sementara B punya 7. Market size menjawab "berapa uang yang berputar", bukan "berapa yang bisa didapat toko baru".

Membandingkan beberapa sub-niche bolak-balik di tab terpisah juga mudah salah. Di Risetika, setiap kata kunci yang diriset tersimpan, dan menu Riset Pasar bisa menjajarkan dua kata kunci berdampingan. Caranya ada di panduan bagian Perbandingan Keyword.

Batas angka di riset ini

  • Omzet adalah estimasi dari harga dan angka terjual yang tampak di Shopee, hanya untuk produk yang muncul di pencarian kata kunci itu.
  • Target Rp 10 juta, batas umur 6 bulan, dan batas "separuh omzet" adalah patokan kasar, bukan aturan Shopee. Ganti dengan target Anda sendiri.
  • Satu kali riset hanya memotret satu waktu. Niche musiman seperti kaos kaki sekolah bisa terlihat sangat berbeda menjelang tahun ajaran baru. Untuk produk yang sedang naik, lihat cara melihat produk trending di Shopee.
  • Angka di contoh adalah data contoh. Hasil riset Anda untuk kata kunci yang sama akan berbeda.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah niche yang sepi pesaing pasti menguntungkan?

Belum tentu. Kata kunci bisa sepi pesaing karena memang sepi pembeli. Karena itu angka pertama yang dicek adalah berapa produk yang sudah mencapai target omzet Anda; kalau hampir tidak ada, sepinya pesaing tidak membantu.

Berapa banyak sub-niche yang sebaiknya diriset sekaligus?

Tiga sampai lima sudah cukup untuk satu putaran. Lebih banyak dari itu membuat Anda menghabiskan waktu riset sebelum sempat menguji satu produk pun. Kalau semuanya gagal, ulangi dengan kata kunci lebar yang lain.

Apa bedanya niche untuk jualan dan niche Shopee affiliate?

Artikel ini ditulis untuk penjual yang menyetok dan mengirim barang sendiri, jadi yang dinilai adalah omzet dan peluang listing baru. Affiliate tidak menyetok barang dan dibayar dengan komisi, jadi pertimbangannya berbeda. Angka omzet per produk tetap bisa membantu affiliate melihat produk mana yang benar-benar laku.

Bisakah mencari niche tanpa alat riset?

Bisa, dengan mencatat harga, angka terjual, dan nama produk dari hasil pencarian satu per satu, lalu menghitungnya di spreadsheet. Untuk satu kata kunci saja itu ratusan baris, jadi cara manual biasanya hanya sanggup untuk satu atau dua calon.

Baca angka pasarnya sendiri

Risetika menempelkan estimasi omzet, rentang harga, dan umur listing langsung di hasil pencarian Shopee. Coba gratis 3 hari.