Semua artikel

RISET PRODUK · Diperbarui

Cara Menilai Sebuah Keyword Sebelum Mulai Jualan di Shopee

Empat angka yang perlu dibaca dari hasil pencarian Shopee sebelum menyetok barang: market size, rata-rata omzet per produk, rentang harga terlaris, dan umur listing.

Banyak seller memilih produk dari firasat: melihat satu toko yang ramai, lalu ikut menjual barang yang sama. Masalahnya, satu toko yang ramai belum tentu berarti pasarnya masih terbuka. Sebelum menyetok barang, ada empat hal yang bisa Anda baca dari hasil pencarian sebuah keyword di Shopee. Di tiap bagian ada patokan angka kasar, dan di akhir artikel keempatnya dipakai untuk menilai satu keyword contoh sampai ke kesimpulan.

Sebelum mulai, tentukan dulu satu angka milik Anda sendiri: target omzet bulanan dari produk ini. Hampir semua patokan di bawah dibandingkan dengan angka itu.

Belum punya calon keyword untuk dinilai? Cara mengumpulkannya dari Seller Centre dan kolom pencarian ada di artikel kata kunci yang paling banyak dicari di Shopee. Setelah keyword dipilih, cara agar produk Anda muncul di pencarian ada di SEO Shopee.

1. Seberapa besar uang yang berputar

Angka pertama yang dicari adalah market size: perkiraan omzet sebulan dari semua produk yang muncul untuk keyword itu. Pasar yang kecil tetap bisa menguntungkan, tapi Anda perlu tahu sejak awal seberapa tinggi atapnya.

Di Risetika, angka ini muncul di panel Riset Market tepat di atas hasil pencarian, begitu panel kanan bawah selesai mengumpulkan produk. Perlu diingat, omzet di sini adalah estimasi (harga dikali jumlah terjual), bukan data resmi Shopee. Pakai sebagai arah, bukan angka pasti.

Ringkasan Riset Pasar Risetika untuk keyword gamis rayon premium: estimasi market size Rp 707 juta per 30 hari, 12 produk, rentang harga Rp 32 ribu sampai Rp 259 ribu, median harga Rp 130.000
Ringkasan pasar di dashboard. Angka yang sama dengan panel di Shopee, disimpan di menu Riset Pasar supaya bisa dibaca ulang tanpa membuka Shopee. Contoh keyword gamis rayon premium: estimasi Rp 707 juta sebulan dari 12 produk teratas.

Patokan kasar: kalau target omzet Anda sudah lebih dari sekitar 10% market size, target itu terlalu berat untuk pendatang baru. Artinya Anda harus merebut pembeli dari hampir semua pemain lama sekaligus.

2. Rata-rata omzet per produk, bukan total

Total market size mudah menipu. Keyword dengan omzet besar tapi diisi banyak sekali produk bisa lebih sulit ditembus daripada keyword yang lebih kecil dengan sedikit pemain. Karena itu, lihat juga rata-rata omzet bulanan per produk, yaitu market size dibagi jumlah produk.

Angka rata-rata ini juga pembanding paling adil antara dua keyword, karena tidak terpengaruh berapa banyak produk yang berhasil terkumpul di masing-masing keyword. Di dashboard Risetika, menu Riset Pasar punya slot pembanding untuk menjajarkan dua keyword berdampingan. Contoh membandingkan tiga keyword sempit dari satu kategori sampai keputusan ada di artikel cara mencari niche produk di Shopee.

Perbandingan dua keyword di menu Riset Pasar Risetika: gamis rayon premium market size Rp 707 juta dari 12 produk, rata-rata Rp 58,9 juta per produk, melawan gamis rayon polos market size Rp 1,2 miliar dari 48 produk, rata-rata Rp 24,6 juta per produk
Dua keyword berdampingan. Gamis rayon polos menang di market size (Rp 1,2 miliar), tapi omzetnya dibagi 48 produk. Per produk, gamis rayon premium lebih dari dua kali lipat: Rp 58,9 juta lawan Rp 24,6 juta.

Patokan kasar: rata-rata omzet per produk sebaiknya minimal tiga kali target omzet Anda. Pendatang baru jarang langsung menyamai rata-rata, karena produk teratas menarik angka rata-rata itu ke atas.

3. Di harga berapa pembeli benar-benar membayar

Harga yang paling sering dipasang belum tentu harga yang paling laku. Yang Anda cari adalah rentang harga tempat omzet terbesar terjadi. Diagram Omzet per Rentang Harga menunjukkannya: batang tertinggi adalah titik harga yang paling menghasilkan.

Kalau modal Anda hanya memungkinkan harga jual jauh di atas rentang itu, keyword ini mungkin bukan pintu masuk yang tepat. Kalau Anda bisa masuk di rentang itu dengan margin yang masih sehat, itu tanda baik.

Diagram batang omzet berdasarkan rentang harga, batang tertinggi di rentang Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu dengan omzet Rp 317,5 juta
Sweet spot harga. Batang tertinggi ada di rentang Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu (Rp 317,5 juta), dan kesimpulannya ditulis otomatis di bawah diagram.

Patokan kasar: pasang harga uji di dalam rentang terlaris, lalu kurangi modal, biaya admin Shopee, dan biaya iklan. Kalau sisanya masih positif dengan selisih yang Anda anggap layak, cek ini lolos. Kalkulator ROAS di Risetika membantu menghitung sisa itu per penjualan. Untuk batas biaya iklannya, lihat cara menghitung ROAS impas. Kalau keyword ini nanti diiklankan, batas bid per klik dihitung di kata kunci iklan Shopee.

4. Apakah listing baru masih bisa laku

Pertanyaan terakhir sering terlewat: apakah pasar ini dikuasai listing lama? Diagram Omzet per Umur Listing menjawabnya. Kalau omzet menumpuk di listing yang sudah berumur bertahun-tahun, pembeli cenderung setia ke toko lama dan pendatang baru butuh usaha lebih. Kalau batang tinggi ada di umur muda, peluang pemain baru lebih terbuka.

Diagram batang omzet berdasarkan umur listing, batang tertinggi pada listing berumur 3 sampai 6 bulan dengan omzet Rp 200,1 juta
Umur listing. Di contoh ini omzet terbesar justru datang dari listing berumur 3 sampai 6 bulan (Rp 200,1 juta), tanda pendatang baru masih bisa laku.

Filter Listing baru (kurang dari 6 bulan) membantu melihat langsung produk-produk baru yang sudah laku, lengkap dengan harga dan tokonya. Untuk memilih satu produk acuan di dalam keyword, bandingkan terjual 30 hari dengan total terjualnya, seperti di artikel cara melihat produk terlaris di Shopee.

Diagram omzet 30 hari per umur listing di Risetika dengan kontrol Tampilkan data menurut, Urutkan, Filter, dan tombol reset rentang
Urutkan dan filter. Klik satu batang untuk menyaring produk di rentang umur itu, atau pilih Listing baru di menu Filter.

Patokan kasar: kalau listing berumur di bawah 6 bulan menyumbang sekitar seperempat omzet atau lebih, pintu masih terbuka. Kalau sumbangannya di bawah 10%, pasar itu dikuasai pemain lama.

Contoh: menilai gamis rayon premium

Sekarang keempat cek dipakai sekaligus. Angkanya diambil dari tangkapan layar di atas, jadi ini angka contoh, bukan kondisi pasar gamis hari ini. Misalkan target omzet Anda Rp 15 juta sebulan dan modal per potong Rp 75 ribu.

CekAngka contohHasil
1. Market sizeRp 707 juta sebulan. Target Rp 15 juta hanya sekitar 2% dari angka itu.Lolos
2. Rata-rata per produkRp 58,9 juta, hampir empat kali target. Keyword pembanding gamis rayon polos cuma Rp 24,6 juta.Lolos
3. Harga terlarisRp 100 ribu sampai Rp 200 ribu, sekitar 45% dari seluruh omzet. Dengan modal Rp 75 ribu, harga uji Rp 135 ribu menyisakan Rp 60 ribu sebelum biaya admin dan iklan.Lolos, asal sisanya masih positif di Kalkulator ROAS
4. Listing baruListing di bawah 6 bulan menyumbang lebih dari sepertiga omzet. Batang tertinggi ada di umur 3 sampai 6 bulan.Lolos

Kesimpulan: empat dari empat cek lolos, dengan satu syarat di hitungan margin. Keyword ini layak dicoba, dimulai dari stok kecil di rentang harga Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu. Satu catatan: 12 produk adalah sampel kecil. Pada riset sungguhan, tekan Muat lebih banyak di panel Risetika supaya angkanya dihitung dari lebih banyak produk.

Menyatukan keempatnya

Keyword yang layak dimasuki biasanya punya pola seperti ini: rata-rata omzet per produk jauh di atas target Anda, rentang harga terlaris masih masuk hitungan modal Anda, dan listing baru ikut menikmati omzet. Satu tanda merah belum tentu berarti batal, tapi dua atau tiga tanda merah sekaligus sebaiknya membuat Anda mencari keyword lain dulu. Patokan di artikel ini sengaja kasar. Setelah beberapa kali riset, sesuaikan dengan modal dan kategori Anda sendiri.

Menilai keyword hanya satu bagian dari riset. Urutan lengkapnya, dari mengumpulkan calon produk sampai memeriksa toko pesaing, ada di artikel cara riset produk di Shopee.

Langkah demi langkah memakai fitur-fitur di atas ada di panduan bergambar Risetika.

Setelah keyword-nya dipilih, pakai kata yang sama di nama produk Anda. Caranya ada di artikel cara membuat judul produk di Shopee.

Pertanyaan yang sering muncul

Berapa market size yang cukup untuk mulai jualan di sebuah keyword?

Tidak ada angka mutlak, karena yang menentukan adalah target omzet Anda sendiri. Sebagai patokan kasar, kalau target omzet bulanan Anda lebih dari sekitar 10% market size, target itu terlalu berat untuk pendatang baru. Misalnya dengan market size Rp 707 juta sebulan, target Rp 15 juta hanya sekitar 2% dan masih wajar.

Bagaimana cara menghitung rata-rata omzet per produk?

Bagi market size dengan jumlah produk yang terkumpul untuk keyword itu. Contohnya Rp 707 juta dibagi 12 produk, hasilnya sekitar Rp 58,9 juta per produk. Patokan kasarnya, angka ini sebaiknya minimal tiga kali target omzet bulanan Anda.

Apakah estimasi omzet di hasil pencarian Shopee akurat?

Tidak persis. Omzet dihitung dari harga dikali jumlah terjual yang tampil, jadi hasilnya estimasi, bukan data resmi Shopee. Angka ini paling berguna untuk membandingkan dua keyword atau dua rentang harga, bukan untuk meramal omzet toko Anda.

Kalau hanya dua atau tiga dari empat cek yang lolos, apakah tetap layak dicoba?

Satu tanda merah belum tentu berarti batal, apalagi kalau itu soal margin yang masih bisa diakali dengan modal yang lebih murah. Tapi kalau dua atau lebih cek gagal, lebih aman mencari keyword lain dulu.

Apakah keempat cek ini bisa dilakukan tanpa aplikasi?

Bisa, dengan mencatat harga dan jumlah terjual setiap produk di hasil pencarian lalu menghitungnya di spreadsheet. Caranya lambat untuk puluhan produk, dan umur listing paling sulit dikumpulkan dengan tangan. Risetika menghitung keempatnya langsung di halaman pencarian Shopee.

Baca angka pasarnya sendiri

Risetika menempelkan estimasi omzet, rentang harga, dan umur listing langsung di hasil pencarian Shopee. Coba gratis 3 hari.