Cara Melihat Produk Terlaris di Shopee per Bulan
Cara melihat produk terlaris di Shopee lewat urutan Terlaris, Seller Centre, dan angka terjual per bulan, plus contoh hitung tiga produk sampai keputusan.
Ada tiga cara melihat produk terlaris di Shopee: urutkan hasil pencarian dengan Terlaris, buka Performa Toko > Produk di Seller Centre untuk toko Anda sendiri, atau pakai ekstensi yang menulis angka terjual per bulan di tiap kartu produk. Yang lebih penting dari caranya adalah angka yang Anda baca: pakai terjual 30 hari terakhir dan omzet (harga dikali terjual), bukan total terjual sejak produk tayang. Produk dengan total terbanyak bisa saja sudah lewat masa larisnya.
Di bawah ini ketiga cara dibahas satu per satu, lalu dipakai pada tiga produk contoh supaya terlihat kapan urutan yang berbeda membawa ke keputusan yang berbeda.
Cara 1: urutkan hasil pencarian dengan Terlaris
Ketik keyword produk di Shopee, lalu pilih Terlaris di baris urutan di atas hasil pencarian. Produk yang banyak terjual naik ke atas. Cara ini gratis dan cukup untuk sekadar melihat barang apa yang banyak dibeli orang.
Untuk riset sebelum jualan, ada dua batasnya:
- Anda hanya mendapat urutan. Angka tiap produk harus dibaca dan dicatat sendiri dari kartunya, satu per satu.
- Angka terjual di kartu adalah total sejak produk tayang, dan angka besar dibulatkan. Teks seperti "10RB+ terjual" berarti sepuluh ribu atau lebih. Produk dengan 18.000 terjual dan produk dengan 10.800 terjual bisa tampil sama persis, padahal kondisinya bisa sangat berbeda.
Total terjual juga tidak memberi tahu kapan penjualan itu terjadi. Produk yang laku keras dua tahun lalu tetap punya total besar walau bulan ini sepi.
Cara 2: produk terlaris toko sendiri di Seller Centre
Kalau yang Anda cari adalah produk terlaris di toko Anda sendiri, datanya ada di Seller Centre. Menurut artikel Menganalisis Performa Produk Xnda di Pusat Edukasi Penjual Shopee (dibaca 27 September 2026), data produk ada di Performa Toko > Produk. Di bagian Tinjauan Produk, Anda bisa melihat performa 10 produk teratas pada periode yang dipilih. Bagian Performa Produk memuat angka tiap produk, dan Anda bisa memilih hingga 10 kriteria sekaligus.
Data ini hanya untuk toko Anda. Penjualan toko lain tidak terlihat di Seller Centre, jadi untuk riset pesaing Anda butuh cara 1 atau cara 3.
Cara 3: baca terjual per bulan dan omzet di tiap kartu
Ekstensi Chrome seperti Risetika menempelkan baris tambahan ke tiap kartu produk di hasil pencarian Shopee: nama toko, umur listing, rating, lalu empat angka, yaitu Terjual/Bln, Omzet/Bln, Total Terjual, dan Rata-rata Omzet/Bln. Terjual/Bln adalah jumlah terjual 30 hari terakhir yang dikirim Shopee, sedangkan omzet dihitung dari harga dikali jumlah terjual. Karena itu omzet di sini estimasi, bukan data resmi Shopee.
Dengan angka itu terpasang, menu Urutkan bisa mengurutkan ulang semua kartu menurut Rata-rata Omzet Bulanan, Omzet 30 Hari Terakhir, atau Pcs Terjual per Bulan. Filternya juga membantu, misalnya hanya produk dengan omzet per bulan di atas Rp10jt, atau hanya listing baru yang umurnya di bawah enam bulan. Hasilnya bisa diunduh sebagai CSV 18 kolom kalau Anda ingin mengolahnya di spreadsheet.
Contoh hitung: tiga produk, tiga cara mengurutkan
Misalkan Anda menemukan tiga produk di satu keyword. Angkanya angka contoh yang dibuat untuk artikel ini, bukan data pasar.
| Produk | Harga | Total terjual | Umur listing | Terjual 30 hari |
|---|---|---|---|---|
| Produk X | Rp 89.000 | 18.000 | 36 bulan | 150 |
| Produk Y | Rp 95.000 | 2.400 | 4 bulan | 900 |
| Produk Z | Rp 35.000 | 10.800 | 12 bulan | 1.100 |
Tiga hitungan yang dipakai:
- Rata-rata terjual per bulan sepanjang umur = total terjual dibagi umur listing dalam bulan.
- Perbandingan bulan terakhir = terjual 30 hari dibagi rata-rata tadi. Di atas 1 berarti bulan terakhir lebih laku dari rata-rata umurnya, di bawah 1 berarti melambat. Ini patokan kasar: promo besar atau musim seperti Ramadan bisa mengangkat satu bulan saja.
- Omzet 30 hari = harga dikali terjual 30 hari.
Skenario A: urut total terjual
Juaranya Produk X dengan 18.000 terjual. Rata-ratanya 18.000 / 36 = 500 per bulan, tapi 30 hari terakhir hanya 150, atau 0,3 kali rata-ratanya. Omzet 30 harinya Rp 89.000 x 150 = Rp 13.350.000. Cek balik: Rp 13.350.000 / Rp 89.000 = 150 terjual, cocok.
Keputusan: produk ini pernah sangat laris, tapi sekarang melambat. Jangan jadikan acuan tren.
Skenario B: urut terjual 30 hari
Juaranya Produk Z dengan 1.100 terjual. Rata-ratanya 10.800 / 12 = 900 per bulan, jadi bulan terakhir 1,22 kali rata-ratanya. Omzet 30 harinya Rp 35.000 x 1.100 = Rp 38.500.000. Cek balik: Rp 38.500.000 / Rp 35.000 = 1.100, cocok.
Keputusan: permintaannya stabil dan sedikit naik, tapi harganya murah. Jadikan acuan hanya kalau Anda siap bermain di harga sekitar Rp 35.000 dengan margin per potong yang tipis.
Skenario C: urut omzet 30 hari
Juaranya Produk Y. Omzet 30 harinya Rp 95.000 x 900 = Rp 85.500.000. Rata-ratanya 2.400 / 4 = 600 per bulan, jadi bulan terakhir 1,5 kali rata-ratanya. Cek balik: 600 x 4 = 2.400 total terjual, dan Rp 85.500.000 / Rp 95.000 = 900, keduanya cocok.
Keputusan: listing ini baru berumur 4 bulan, penjualannya sedang naik, dan omzet 30 harinya tertinggi di antara ketiganya. Ini acuan utama, sekaligus tanda bahwa listing baru masih bisa laku di keyword ini. Kalau Anda masuk dengan produk serupa, foto utama ikut menentukan apakah kartu Anda diklik, dan ukuran yang diterima Shopee ada di ukuran foto produk Shopee.
| Produk | Rata-rata per bulan | Bulan terakhir vs rata-rata | Omzet 30 hari |
|---|---|---|---|
| Produk X | 500 | 0,3 | Rp 13.350.000 |
| Produk Y | 600 | 1,5 | Rp 85.500.000 |
| Produk Z | 900 | 1,22 | Rp 38.500.000 |
Selisihnya besar. Kalau Anda berhenti di Skenario A, produk yang Anda jadikan acuan menghasilkan omzet 30 hari Rp 72.150.000 lebih kecil dari Produk Y. Produk Y menghasilkan 6,4 kali omzet Produk X, padahal di urutan total terjual ia ada di posisi terakhir.
Untuk tiga produk, hitungan ini cukup dikerjakan di kalkulator ponsel. Untuk ratusan produk, mencatat angka dari kartu satu per satu ke spreadsheet jadi lambat, apalagi umur listing sulit dikumpulkan dengan tangan. Panel Risetika mengumpulkan produk hasil pencarian sekaligus (tombol Muat lebih banyak menambah 360 produk), lalu Urutkan menyusunnya ulang menurut omzet atau terjual per bulan.
Melihat produk terlaris toko pesaing
Kadang yang ingin Anda tahu bukan satu keyword, tapi satu toko: produk mana yang membuat toko pesaing laku. Buka halaman toko itu di Shopee, dan Riset Toko di Risetika mengumpulkan katalognya. Di dashboard muncul delapan kartu ringkasan: pendapatan 30 hari (estimasi), total produk, rentang harga, median harga, berapa persen produk yang laku 30 hari terakhir, rating rata-rata, rentang umur listing, dan jumlah produk habis. Di bawahnya ada daftar 20 produk beromzet tertinggi di toko itu.
Dua toko juga bisa dijajarkan. Kalau jumlah produk yang terkumpul dari keduanya berselisih lebih dari 10%, Risetika memberi peringatan, karena total pendapatan jadi tidak setara. Dalam keadaan itu, bandingkan rata-rata omzet per produk, bukan totalnya.
Cara menghitung omset toko pesaing dengan tangan, lengkap dengan contoh tiga skenario dan batas akurasinya, ada di cara melihat omset toko orang lain di Shopee.
Batas angka yang perlu Anda ingat
- Omzet adalah estimasi. Harga dikali jumlah terjual tidak memperhitungkan diskon saat transaksi atau varian dengan harga berbeda. Pakai untuk membandingkan produk, bukan untuk meramal omzet toko Anda.
- Angka terjual kadang tertahan di 10RB+. Ekstensi mencoba mengambil angka aslinya, tapi Shopee kadang menolak permintaan itu. Lihat panduan kendala.
- Satu bulan bisa menipu. Flash sale, kampanye tanggal kembar, atau musim bisa membuat terjual 30 hari melonjak sesaat. Kalau bisa, lihat lagi produk yang sama sebulan kemudian sebelum menyetok banyak. Cara membedakan produk yang sedang naik dari yang laris sejak lama, lengkap dengan ambang dan contoh hitungnya, ada di cara melihat produk trending di Shopee.
Dari produk terlaris ke produk yang layak Anda jual
Produk terlaris menunjukkan ke mana uang pembeli mengalir. Ia belum menjawab apakah Anda bisa ikut mendapat bagian. Setelah menemukan produk acuan seperti Produk Y di atas, ada tiga langkah lanjut:
- Nilai keyword-nya secara utuh: berapa uang yang berputar, di rentang harga mana, dan apakah listing baru masih laku. Caranya ada di artikel cara menilai keyword sebelum jualan di Shopee.
- Hitung apakah harga produk acuan masih menyisakan untung setelah biaya Shopee dan iklan. Kalkulator ROAS di halaman produk mengisi harga jual dan kategori dari halaman yang sedang dibuka, jadi Anda tinggal memasukkan modal. Untuk mencari harga jual minimum dari modal Anda sendiri, pakai rumus di artikel cara menentukan harga jual di Shopee. Kalau produknya akan diiklankan, hitung juga ROAS impas produknya.
- Cek varian mana yang dibeli orang sebelum menyetok semua warna dan ukuran. Varian Terlaris mengurutkan varian dari ulasan pembeli; cara membaca angkanya dan membagi stok per variasi ada di artikel cara melihat variasi paling laku di Shopee.
- Tulis nama produk memakai kata yang dipakai judul pesaing, tanpa melanggar aturan Shopee. Caranya ada di cara membuat judul produk di Shopee.
Produk terlaris baru titik awal. Cara menimbang beberapa calon produk sampai ke keputusan ada di artikel cara riset produk di Shopee dalam enam langkah.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah angka terjual di kartu produk Shopee itu total atau per bulan?
Teks terjual di kartu hasil pencarian adalah total sejak produk tayang, dan angka besar dibulatkan, misalnya 10RB+. Angka terjual 30 hari terakhir ikut dikirim Shopee ke halaman, dan ekstensi seperti Risetika menampilkannya di kartu sebagai Terjual/Bln.
Bisakah melihat omzet toko orang lain di Shopee?
Tidak ada angka resmi untuk toko orang lain. Yang bisa dilakukan adalah estimasi: harga tiap produk dikali jumlah terjualnya, lalu dijumlahkan untuk seluruh katalog toko. Riset Toko di Risetika menghitung estimasi pendapatan 30 hari ini dari halaman toko, dan karena Shopee membulatkan angka terjual, hasilnya dibaca sebagai batas bawah.
Apakah urutan Terlaris sama dengan urutan omzet?
Belum tentu. Produk murah bisa terjual lebih banyak tetapi menghasilkan omzet lebih kecil daripada produk yang lebih mahal. Di contoh artikel ini, Produk Z terjual 1.100 dalam 30 hari dengan omzet Rp 38.500.000, sedangkan Produk Y terjual 900 dengan omzet Rp 85.500.000.
Kenapa angka terjual di Risetika kadang berhenti di 10RB+?
Risetika mencoba mengambil angka terjual yang asli, tetapi Shopee kadang menolak permintaan itu. Kalau terjadi, yang tersisa hanya angka bulat dari kartu, misalnya 10RB+. Angka lain di kartu, seperti harga dan terjual per bulan, tetap terbaca.
Baca angka pasarnya sendiri
Risetika menempelkan estimasi omzet, rentang harga, dan umur listing langsung di hasil pencarian Shopee. Coba gratis 3 hari.