Cara Melihat Harga Kompetitor di Shopee
Cara melihat harga kompetitor di Shopee: urutkan Harga dan Terlaris, baca harga yang paling banyak dibeli, lalu hitung labanya di tiga posisi harga.
Cara melihat harga kompetitor di Shopee: ketik kata kunci produk Anda, urutkan hasilnya berdasarkan Harga untuk melihat yang termurah sampai termahal, lalu urutkan berdasarkan Terlaris untuk melihat di harga berapa barang itu benar-benar dibeli. Harga yang Anda pakai sebagai patokan adalah rentang yang paling banyak terjual, bukan harga termurah, dan harga itu harus tetap di atas harga impas Anda, yaitu (modal + Rp1.250) dibagi (1 dikurangi persen biaya admin kategori).
Bagian di bawah menunjukkan cara melakukannya di aplikasi Shopee, cara membaca sebaran harga satu kata kunci dalam satu layar, lalu contoh hitung lampu tidur di tiga posisi harga yang berakhir pada tiga keputusan berbeda.
Cara melihat harga kompetitor langsung di aplikasi Shopee
Shopee menyediakan empat urutan hasil pencarian: Terkait, Terbaru, Terlaris, dan Harga. Menurut Pusat Edukasi Penjual Shopee, urutan Harga menampilkan produk dari harga tertinggi ke terendah atau sebaliknya, sedangkan urutan Terlaris menampilkan produk berdasarkan jumlah terjual setiap bulannya. Dua urutan itu sudah cukup untuk pengecekan pertama:
- Ketik kata kunci yang dipakai pembeli, misalnya "lampu tidur", bukan nama produk Anda sendiri.
- Urutkan berdasarkan Harga, dari terendah. Catat harga termurah dan perhatikan seberapa banyak produk yang berjejal di harga bawah. Lalu balik urutannya untuk melihat harga teratas.
- Urutkan berdasarkan Terlaris. Catat harga 10 sampai 20 produk teratas. Harga yang sering muncul di sini adalah harga yang diterima pembeli, dan inilah angka yang Anda cari.
- Buka beberapa produk di harga yang sering muncul itu. Bandingkan bahan, ukuran, fitur, isi paket, rating, dan ongkirnya dengan produk Anda. Harga hanya bisa dibandingkan dengan produk yang setara.
Kalau Anda sudah punya satu produk pesaing sebagai acuan, daftar produk serupa Shopee memberi pembanding yang lebih sempit: produk yang mirip dari foto dan harganya.
Cara manual ini gratis, tetapi punya batas. Anda melihat produk satu per satu, sehingga sulit menghitung berapa banyak kompetitor di tiap rentang harga dan berapa yang terjual di rentang itu. Shopee juga punya fitur Produk Potensial di Seller Centre yang menampilkan jumlah penjualan 30 hari dan jumlah kompetitor lain, tetapi menurut Shopee fitur itu tersedia secara bertahap dan hanya untuk produk yang direkomendasikan, bukan untuk kata kunci pilihan Anda.
Cara membaca sebaran harga kompetitor dalam satu layar
Ekstensi Risetika membaca hasil pencarian Shopee yang sedang Anda buka dan merangkumnya di panel Riset Market. Gambar di bawah memakai data contoh: 360 produk rekaan untuk kata kunci "lampu tidur" yang kami susun untuk artikel ini, bukan data Shopee sungguhan. Panelnya asli (Risetika versi 1.0.11), hanya datanya yang dibuat.
Ada satu hal yang perlu diperhatikan saat membaca diagram Jumlah Kompetitor. Rentang harganya dibagi supaya tiap batang berisi jumlah produk yang kira-kira sama, sekitar 40, sehingga tinggi batangnya hampir rata. Kepadatan kompetitor justru terlihat dari lebar rentangnya. Di data contoh ini, harga Rp12 ribu sampai Rp34,5 ribu terbagi menjadi enam batang, artinya sekitar 215 produk berjejal di selisih harga Rp22.500. Sebaliknya, Rp78 ribu sampai Rp200 ribu hanya satu batang berisi 40 produk. Makin sempit rentang sebuah batang, makin padat kompetitor di harga itu.
Ubin Rentang harga hanya memberi ujung bawah dan ujung atas. Harga termurah Rp12.000 bukan patokan, karena bisa saja itu produk yang berbeda kelas atau toko yang sedang cuci gudang. Langkah berikutnya adalah melihat di mana penjualannya.
Harga yang paling banyak dibeli, bukan harga tengah daftar
Ganti pilihan "Tampilkan data menurut" menjadi Penjualan 30 Hari. Diagramnya sekarang menunjukkan berapa pcs yang terjual dalam 30 hari terakhir di tiap rentang harga.
Di data contoh ini, enam batang termurah (Rp12 ribu sampai Rp34,5 ribu) berisi sekitar 215 produk tetapi hanya 2.243 pcs terjual dalam 30 hari. Satu batang Rp53 ribu sampai Rp78 ribu berisi 40 produk dan 5.119 pcs. Jadi pembeli lampu tidur di data ini paling banyak membeli di harga menengah, sementara kompetitor paling banyak berjejal di harga murah.
Ini sebabnya "harga tengah daftar" menyesatkan. Kalau semua 360 harga diurutkan, harga di tengahnya Rp31.000. Kalau setiap pcs yang terjual dihitung, separuh penjualan terjadi di harga Rp62.500 ke bawah dan separuh lagi di atasnya. Harga yang sering Anda lihat saat menggulir hasil pencarian adalah Rp31.000; harga yang paling sering dibayar pembeli adalah sekitar Rp62.500.
Supaya bisa dibandingkan, kami mengelompokkan data contoh ke dalam pita harga yang tetap. Angkanya dihitung langsung dari data, bukan dibaca dari batang diagram, karena tepi batang diagram dibentuk otomatis dan tidak jatuh di angka bulat.
| Pita harga (data contoh) | Produk | Pcs terjual 30 hari | Pcs per produk | Harga tengah pita |
|---|---|---|---|---|
| Rp15.000 sampai Rp34.999 | 212 | 2.286 | 10,8 | Rp24.500 |
| Rp35.000 sampai Rp44.999 | 28 | 508 | 18,1 | Rp40.000 |
| Rp45.000 sampai Rp79.999 | 55 | 7.335 | 133,4 | Rp66.500 |
| Rp120.000 ke atas | 35 | 64 | 1,8 | Rp204.500 |
Kolom pcs per produk adalah rata-rata semua produk di pita itu, termasuk yang tidak terjual sama sekali. Di pita Rp15.000 sampai Rp34.999, 48 dari 212 produk tidak terjual dalam 30 hari. Di pita Rp120.000 ke atas, hanya 14 dari 35 produk yang terjual. Panel Risetika juga bisa mengunduh CSV berisi harga dan penjualan 30 hari tiap produk, kalau Anda ingin membuat pita sendiri di spreadsheet.
Potongan Shopee yang dihitung di tiap posisi harga
Harga kompetitor baru berguna setelah Anda tahu berapa yang tersisa untuk Anda di harga itu. Untuk penjual Non-Star dan Star/Star+, dua potongan wajib adalah:
- Biaya administrasi per kategori. Di tabel Rincian Biaya Penjual Shopee per Kategori Produk (halaman bertanggal 31 Juli 2026, dibaca 2 Oktober 2026), kategori Perlengkapan Rumah > Lampu > Lampu dikenai 9,50%. Biaya ini dihitung dari harga setelah diskon produk dan voucher yang ditanggung penjual, dan sudah termasuk PPN. Tabel itu tidak menyebut "lampu tidur", jadi periksa kategori yang Anda pilih sendiri saat upload produk.
- Biaya Proses Pesanan Rp1.250 untuk setiap transaksi terselesaikan, sudah termasuk PPN. Biaya ini per pesanan, jadi kalau satu pesanan berisi beberapa produk, Rp1.250 dibagi ke produk-produk itu.
Ada pengecualian. Penjual Non-Star yang meng-upload produk pertamanya antara 1 Januari 2025 dan 31 Juli 2026 bebas biaya administrasi sampai lebih dari 50 pesanan pertama terselesaikan atau 180 hari sejak upload pertama, mana yang lebih dulu, dan tidak kena Biaya Proses Pesanan untuk 50 pesanan pertama. Penjual yang meng-upload produk pertama mulai 1 Agustus 2026 langsung kena keduanya. Contoh di bawah memakai tarif penuh.
Biaya program pilihan seperti Gratis Ongkir XTRA dan Promo XTRA tidak dimasukkan di sini. Kalau toko Anda ikut, tambahkan persennya ke rumus seperti di artikel cara menentukan harga jual di Shopee.
Rumus yang dipakai di contoh:
- Laba per pcs = harga - (harga x 9,50%) - Rp1.250 - modal.
- Harga impas = (modal + Rp1.250) dibagi (1 - 9,50%). Di bawah harga ini Anda rugi di setiap pcs.
Contoh hitung: lampu tidur di tiga posisi harga
Misalkan modal satu lampu tidur, termasuk kemasan, Rp30.000 (angka contoh). Harga impasnya (Rp30.000 + Rp1.250) dibagi 0,905 = Rp34.531. Pasar yang dipakai adalah data contoh di atas.
Skenario A: ikut harga kompetitor yang paling banyak, Rp24.500. Ini harga tengah di pita murah, tempat 212 produk berjejal. Biaya admin Rp24.500 x 9,50% = Rp2.328. Laba per pcs = Rp24.500 - Rp2.328 - Rp1.250 - Rp30.000 = minus Rp9.078. Kalau Anda terjual seperti rata-rata produk di pita itu, 10,8 pcs per bulan, Anda rugi sekitar Rp98 ribu per bulan. Keputusan: jangan ikut. Dengan modal Rp30.000, pita murah hanya masuk akal kalau modal Anda turun di bawah harga jual pita itu dikurangi potongannya.
Skenario B: sedikit di atas impas, Rp39.000. Pita Rp35.000 sampai Rp44.999 berisi 28 produk dengan rata-rata 18,1 pcs per bulan. Biaya admin Rp39.000 x 9,50% = Rp3.705. Laba per pcs = Rp39.000 - Rp3.705 - Rp1.250 - Rp30.000 = Rp4.045. Pada 18,1 pcs per bulan, labanya sekitar Rp73 ribu per bulan. Keputusan: aman dari rugi, tetapi kecil, dan selisih Rp4.045 per pcs habis kalau Anda memberi voucher Rp5.000 (angka contoh).
Skenario C: masuk pita yang paling banyak dibeli, Rp66.500. Pita Rp45.000 sampai Rp79.999 hanya berisi 55 produk tetapi menyerap 7.335 pcs dalam 30 hari, rata-rata 133,4 pcs per produk. Biaya admin Rp66.500 x 9,50% = Rp6.318. Laba per pcs = Rp66.500 - Rp6.318 - Rp1.250 - Rp30.000 = Rp28.932. Kalau Anda menyamai rata-rata pita itu, labanya sekitar Rp3,86 juta per bulan. Keputusan: ini posisi terbaik di data contoh, dengan satu syarat: produk Anda harus setara dengan yang dibeli orang di harga itu. Buka produk-produk terlaris di pita ini dan bandingkan fitur, ukuran, dan fotonya. Kalau produk Anda sama dengan yang dijual Rp24.500, menaikkan harga ke Rp66.500 tidak membuatnya ikut laku.
| Skenario | Harga | Admin 9,50% | Laba per pcs | Pcs per produk di pita | Laba per bulan bila setara rata-rata | Keputusan |
|---|---|---|---|---|---|---|
| A | Rp24.500 | Rp2.328 | minus Rp9.078 | 10,8 | rugi sekitar Rp98 ribu | jangan ikut |
| B | Rp39.000 | Rp3.705 | Rp4.045 | 18,1 | sekitar Rp73 ribu | aman, tipis |
| C | Rp66.500 | Rp6.318 | Rp28.932 | 133,4 | sekitar Rp3,86 juta | pilih, bila produk setara |
Cek balik. Harga dikurangi semua potongan dan modal harus sama dengan laba di tabel. A: Rp2.328 + Rp1.250 + Rp30.000 - Rp9.078 = Rp24.500. B: Rp3.705 + Rp1.250 + Rp30.000 + Rp4.045 = Rp39.000. C: Rp6.318 + Rp1.250 + Rp30.000 + Rp28.932 = Rp66.500. Harga impas: Rp34.531 - Rp3.280 (admin) - Rp1.250 - Rp30.000 = Rp1, yaitu nol setelah pembulatan.
Angka laba per bulan memakai rata-rata produk yang sudah ada di pita itu, termasuk yang sudah berjualan bertahun-tahun. Produk baru biasanya mulai dari penjualan yang lebih rendah, jadi anggap angka itu batas atas, bukan janji.
Kesalahan saat membaca harga kompetitor
- Memakai harga tengah daftar sebagai harga pasaran. Di data contoh, harga tengah daftar Rp31.000. Dengan modal Rp30.000, harga itu menghasilkan Rp31.000 - Rp2.945 - Rp1.250 - Rp30.000 = minus Rp3.195 per pcs, padahal pembeli di data yang sama paling banyak membayar sekitar Rp62.500.
- Mengejar harga termurah. Harga termurah sering milik produk yang berbeda kelas. Pita murah di data contoh punya kompetitor terbanyak dan penjualan per produk terendah, jadi turun harga ke sana justru masuk ke tempat dengan kompetitor terbanyak.
- Membandingkan harga tanpa melihat isi produk. Dua lampu tidur dengan harga beda dua kali lipat bisa beda fitur, ukuran, atau isi paket. Bandingkan dengan produk yang setara.
- Menganggap angka "terjual" di kartu produk sama dengan penjualan bulan ini. Kami tidak menemukan halaman resmi Shopee yang menjelaskan cara angka di kartu produk dihitung. Untuk penjualan 30 hari, pakai angka yang memang berlabel 30 hari.
Harga baru separuh cerita. Untuk mencari kelemahan produk pesaing yang bisa Anda perbaiki, baca panduan riset kompetitor Shopee dari ulasan buruknya.
Harga kompetitor juga bisa berubah setelah Anda masuk. Kalau pesaing menurunkan harga, baca cara menghadapi kompetitor banting harga untuk menghitung apakah ikut turun masih menguntungkan.
Kalau Anda juga ingin tahu omzet toko pesaing tertentu, bukan hanya harga per kata kunci, lanjutkan ke cara melihat omset toko orang lain di Shopee. Untuk menghitung laba bersih setelah iklan dan biaya lain, lihat cara menghitung keuntungan jualan di Shopee.
Batas data di artikel ini
Semua angka pasar di artikel ini (360 produk, Rp31.000, Rp62.500, jumlah per pita) adalah data contoh yang kami susun untuk memperlihatkan cara membaca panel. Pasar lampu tidur yang sungguhan bisa punya bentuk lain, jadi buka kata kunci Anda sendiri dan baca angkanya. Penjualan 30 hari di Risetika berasal dari angka yang dikirim Shopee ke halaman pencarian; omzet adalah harga dikali pcs terjual, sebuah perkiraan, bukan laporan keuangan toko lain. Tarif Shopee di atas dibaca 2 Oktober 2026 dan bisa berubah; periksa halaman resminya sebelum memasang harga. Cara membuka panel Riset Market ada di panduan Risetika.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah bisa melihat harga kompetitor di Shopee tanpa aplikasi tambahan?
Bisa. Ketik kata kunci produk di pencarian Shopee, lalu pakai urutan Harga untuk melihat yang termurah sampai termahal dan urutan Terlaris untuk melihat produk dengan penjualan bulanan tertinggi. Yang tidak bisa dilakukan secara manual adalah menghitung jumlah kompetitor dan penjualan per rentang harga sekaligus.
Haruskah harga saya lebih murah dari kompetitor?
Tidak harus. Pertama, harga Anda harus di atas harga impas, yaitu modal ditambah Rp1.250 lalu dibagi 1 dikurangi persen biaya admin kategori. Kedua, bandingkan dengan rentang harga yang paling banyak dibeli untuk produk yang setara, bukan dengan harga termurah, karena harga termurah sering milik produk yang berbeda kelas.
Berapa biaya admin Shopee untuk kategori lampu?
Di tabel resmi Shopee bertanggal 31 Juli 2026, kategori Perlengkapan Rumah > Lampu > Lampu dikenai 9,50% untuk penjual Non-Star dan Star/Star+, dan 7,70% untuk Shopee Mall. Biaya Proses Pesanan Rp1.250 per transaksi terselesaikan ditagih terpisah. Tarif bisa berubah, jadi periksa halaman Rincian Biaya Penjual Shopee per Kategori Produk sebelum memasang harga.
Seberapa sering harga kompetitor perlu dicek?
Cek ulang setiap kali Anda mengubah harga, ikut promo, atau melihat penjualan turun tanpa sebab yang jelas, karena kompetitor bisa berubah harga kapan saja. Simpan catatan harga dan penjualan 30 hari per rentang setiap kali mengecek, supaya Anda bisa membandingkan perubahannya.
Baca angka pasarnya sendiri
Risetika menempelkan estimasi omzet, rentang harga, dan umur listing langsung di hasil pencarian Shopee. Coba gratis 3 hari.