Semua artikel

IKLAN

ROI Iklan Shopee: Rumus dan Bedanya dengan ROAS

ROI iklan Shopee dihitung dari untung bersih dibagi biaya iklan plus PPN 11%. Rumus, bedanya dengan ROAS, contoh tiga skenario, dan ROI saat budget naik.

ROI iklan Shopee = untung bersih dari penjualan iklan dibagi biaya iklan yang benar-benar Anda bayar, dikali 100%. Untung bersih berarti penjualan dari iklan dikurangi modal barang, potongan Shopee, dan biaya iklan termasuk PPN 11%. Kalau ROI di atas 0%, iklan itu menambah uang; di bawah 0%, iklan itu menggerus laba walau ROAS di dashboard terlihat tinggi.

Dashboard Iklan Shopee tidak menampilkan ROI. Metrik yang ada adalah Efektivitas Iklan (ROAS), yaitu penjualan dibagi biaya, tanpa modal dan tanpa potongan. Di bawah ada rumus ROI yang lengkap, contoh hitung tiga skenario dengan cek balik, cara menghitung ROI tambahan saat budget dinaikkan, dan cara membacanya langsung di dashboard. Tarif di artikel ini dibaca dari Pusat Edukasi Penjual Shopee pada 16 Oktober 2026.

Apa itu ROI di Iklan Shopee

ROI (return on investment) menjawab satu pertanyaan: untuk setiap Rp100 yang Anda keluarkan untuk iklan, berapa rupiah untung bersih yang kembali? ROI 50% berarti setiap Rp100 biaya iklan kembali sebagai Rp150, yaitu biaya iklannya sendiri ditambah untung Rp50.

Shopee sendiri dulu memakai label ROI di Iklan Shopee. Menurut pengumuman Penamaan Metrik ROI & CIR Iklan Shopee Terbaru, "ROI (Return on Investment) diganti menjadi ROAS (Return on Ads Spend)", dan definisinya tidak berubah. Jadi kalau Anda mencari kolom ROI di dashboard iklan dan tidak menemukannya, yang dimaksud Shopee dengan angka itu sekarang adalah ROAS: penjualan dibagi biaya. Angka itu belum mengurangi modal dan potongan apa pun.

Di program Iklan Affiliate (AMS) masih ada kolom bernama ROI, tetapi isinya juga rasio penjualan: menurut Pusat Edukasi Penjual Shopee, ROI di sana adalah penjualan dibagi (estimasi total komisi + biaya iklan). Jadi ROI dalam arti untung bersih harus Anda hitung sendiri.

Rumus ROI iklan Shopee

ROI = (penjualan dari iklan − modal barang − potongan Shopee − biaya iklan aktual) ÷ biaya iklan aktual × 100%.

Isi tiap bagiannya:

  • Penjualan dari iklan: angka di kolom Penjualan dari Iklan. Shopee menghitungnya dari pesanan dalam 7 hari setelah iklan diklik, dari harga setelah voucher penjual (FAQ Iklan Shopee).
  • Modal barang: HPP per barang dikali jumlah Produk Terjual dari iklan.
  • Potongan Shopee: biaya administrasi per kategori, biaya proses pesanan Rp1.250 per pesanan, dan biaya program yang Anda ikuti seperti Gratis Ongkir XTRA. Rinciannya ada di artikel biaya admin Shopee dan biaya proses pesanan Shopee.
  • Biaya iklan aktual: biaya di dashboard dikali 1,11. Shopee mengenakan PPN 11% pada setiap pembelian saldo iklan; contoh resminya, saldo Rp100.000 dibayar Rp111.000 (Pusat Edukasi Penjual Shopee).

Ada jalan pintas bila semua barang terjual di harga yang sama dan satu pesanan berisi satu barang: ROI = ROAS aktual ÷ ROAS impas − 1. ROAS aktual adalah penjualan dibagi biaya iklan aktual, dan ROAS impas adalah harga jual dibagi laba per barang sebelum iklan. Cara mencari ROAS impas ada di artikel ROAS Shopee yang bagus berapa.

Contoh hitung: celana chino Rp150.000 dalam tiga skenario

Semua angka di contoh ini adalah angka contoh, bukan data toko sungguhan. Produknya celana chino pria seharga Rp150.000 dengan HPP Rp75.000, dijual toko Non-Star. Biaya administrasi kategori Pakaian Pria > Celana Panjang untuk Non-Star dan Star/Star+ adalah 8,25%, menurut tabel resmi Rincian Biaya Penjual Shopee per Kategori Produk bertanggal 31 Juli 2026.

Laba per barang sebelum iklan: Rp150.000 − Rp75.000 (HPP) − Rp12.375 (biaya admin 8,25%) − Rp1.250 (biaya proses) = Rp61.375. ROAS impasnya Rp150.000 ÷ Rp61.375 = 2,44.

Skenario A: modal iklan Rp500.000. Dashboard mencatat biaya Rp500.000, penjualan dari iklan Rp3.000.000, dan 20 celana terjual dalam 20 pesanan. ROAS di dashboard 6,00.

  • Biaya iklan aktual: Rp500.000 × 1,11 = Rp555.000.
  • Untung bersih: 20 × Rp61.375 − Rp555.000 = Rp1.227.500 − Rp555.000 = Rp672.500.
  • ROI: Rp672.500 ÷ Rp555.000 = 121,2%.
  • Cek balik: Rp3.000.000 − modal Rp1.500.000 − biaya admin Rp247.500 − biaya proses Rp25.000 − iklan Rp555.000 = Rp672.500. Cocok.

Skenario B: modal dinaikkan menjadi Rp1.100.000. Penjualan ikut naik menjadi Rp4.500.000, atau 30 celana dalam 30 pesanan. ROAS di dashboard turun ke 4,09, tetapi masih terlihat aman.

  • Biaya iklan aktual: Rp1.100.000 × 1,11 = Rp1.221.000.
  • Untung bersih: 30 × Rp61.375 − Rp1.221.000 = Rp1.841.250 − Rp1.221.000 = Rp620.250.
  • ROI: Rp620.250 ÷ Rp1.221.000 = 50,8%.
  • Cek balik: Rp4.500.000 − modal Rp2.250.000 − biaya admin Rp371.250 − biaya proses Rp37.500 − iklan Rp1.221.000 = Rp620.250. Cocok.

Skenario C: modal Rp500.000 seperti Skenario A, tetapi toko ikut Gratis Ongkir XTRA. Biaya program untuk Celana Panjang ukuran biasa yang berlaku sejak 2 Mei 2026 adalah 6,5% (maksimal Rp40.000 per barang), menurut halaman Gratis Ongkir XTRA. Agar perbandingannya adil, penjualan dianggap sama, 20 celana.

  • Biaya XTRA: Rp150.000 × 6,5% = Rp9.750 per barang, jadi laba per barang sebelum iklan menjadi Rp51.625.
  • Untung bersih: 20 × Rp51.625 − Rp555.000 = Rp1.032.500 − Rp555.000 = Rp477.500.
  • ROI: Rp477.500 ÷ Rp555.000 = 86,0%.
  • Cek balik: Rp3.000.000 − Rp1.500.000 − Rp247.500 − XTRA Rp195.000 − Rp25.000 − Rp555.000 = Rp477.500. Cocok.
RingkasanSkenario ASkenario BSkenario C
Biaya iklan aktualA: Rp555.000B: Rp1.221.000C: Rp555.000
ROAS dashboardA: 6,00B: 4,09C: 6,00
Untung bersihA: Rp672.500B: Rp620.250C: Rp477.500
ROIA: 121,2%B: 50,8%C: 86,0%

Keputusannya: Skenario A memberi ROI tertinggi dari ketiganya. Skenario B menjual 10 celana lebih banyak tetapi untungnya Rp52.250 lebih kecil, jadi kenaikan modal itu tidak layak dipertahankan. Skenario C masih untung; ikut XTRA layak bila program itu menambah pesanan, dan tambahan pesanannya bisa dihitung dengan cara yang sama.

Mulai 1 Desember 2026, bila jadi diberlakukan, biaya Gratis Ongkir XTRA untuk Celana Panjang ukuran biasa pada toko Non-Mall naik menjadi 9,5% (maksimal Rp60.000 per barang), menurut halaman Gratis Ongkir XTRA yang sama, dibaca 16 Oktober 2026. Bila tarif 1 Desember 2026 itu berlaku, untung bersih Skenario C turun menjadi Rp387.500 dan ROI-nya 69,8%. Sampai tanggal itu, hitungan utama di atas memakai 6,5%.

Rumus yang membuat ROI terlihat lima kali lipat

Rumus ROI promosi yang sering beredar, termasuk di beberapa materi edukasi, adalah (penjualan setelah promosi − biaya promosi) ÷ biaya promosi. Untuk Skenario A, hasilnya (Rp3.000.000 − Rp500.000) ÷ Rp500.000 = 500%.

Angka 500% itu menganggap Rp2.500.000 sebagai untung. Untung bersihnya Rp672.500, jadi selisihnya Rp1.827.500: modal barang Rp1.500.000, potongan Shopee Rp272.500, dan PPN iklan Rp55.000. Rumus itu hanya cocok untuk produk tanpa modal, misalnya jasa digital yang tidak punya biaya per penjualan. Untuk barang fisik, pakai rumus lengkap di atas.

ROI tambahan saat budget iklan dinaikkan

ROI rata-rata bisa menipu ketika Anda menaikkan budget. Yang perlu dihitung adalah ROI dari uang tambahan saja:

ROI tambahan = (untung bersih sesudah − untung bersih sebelum) ÷ (biaya iklan aktual sesudah − biaya iklan aktual sebelum) × 100%.

Dari Skenario A ke B: (Rp620.250 − Rp672.500) ÷ (Rp1.221.000 − Rp555.000) = −Rp52.250 ÷ Rp666.000 = −7,8%. ROI rata-rata Skenario B masih positif 50,8%, tetapi Rp666.000 tambahan itu justru mengurangi untung. Penjualan tambahan 10 celana menghasilkan laba sebelum iklan Rp613.750, lebih kecil dari biaya iklan tambahannya.

Shopee sendiri menulis bahwa pada GMV Max, bila ROAS menurun Anda dapat menurunkan modal atau menaikkan target ROAS, dan bila traffic menurun Anda dapat menurunkan target ROAS atau menaikkan modal harian (Pusat Edukasi Penjual Shopee). ROI tambahan membantu memilih di antara keduanya: naikkan modal selama ROI tambahannya masih di atas 0%. Pengaturan target ROAS GMV Max dibahas di artikel GMV Max Shopee.

Satu catatan: perbandingan sebelum dan sesudah sebaiknya memakai periode yang sama panjang, dan iklan perlu waktu belajar sebelum hasilnya stabil. Cara memilih periodenya ada di artikel cara evaluasi iklan Shopee.

Penjualan dari iklan bukan uang yang masuk

Penjualan di dashboard iklan belum tentu menjadi uang di Saldo Penjual. Menurut FAQ Iklan Shopee, nilai Penjualan pada Iklan Shopee termasuk penjualan dari pesanan yang dibatalkan serta pesanan yang dikembalikan atau direfund. Penjualan juga dihitung dari semua pesanan dalam 7 hari setelah klik, jadi bisa memuat produk lain di toko Anda.

Akibatnya, ROI dari angka dashboard cenderung lebih tinggi dari kenyataan bila banyak pesanan batal atau diretur. Kalau tingkat batal toko Anda tinggi, kurangi jumlah Produk Terjual dan penjualan dengan pesanan yang batal sebelum menghitung ROI.

Membaca ROI langsung di dashboard dengan Risetika

Menghitung tiga skenario di atas untuk belasan iklan setiap minggu cepat melelahkan. Ekstensi Chrome Risetika menempelkan chip ke setiap baris di halaman Iklan Shopee: biaya iklan aktual yang sudah ditambah PPN, ROAS aktual dengan penilaian Bagus, Cukup, atau Buruk terhadap ROAS impas Anda, dan untung atau rugi bersih per iklan bila HPP iklan itu sudah diisi dan kolom Produk Terjual tampil.

Tabel Iklan Shopee dengan chip Risetika versi 1.0.18 dan data contoh celana chino: Iklan A biaya Rp500.000, chip Ad Rp555.000, penjualan Rp3.000.000, chip Untung Rp672.500, ROAS 6,00 dengan chip BAGUS 5,41, 20 produk terjual; Iklan B biaya Rp1.100.000, chip Ad Rp1.221.000, penjualan Rp4.500.000, chip Untung Rp620.250, ROAS 4,09 dengan chip CUKUP 3,69, 30 produk terjual
Data contoh, bukan toko sungguhan. Dua baris iklan untuk produk yang sama, memakai angka Skenario A dan B. Untuk ROI, bagi chip Untung dengan chip Ad: Rp672.500 ÷ Rp555.000 = 121,2% dan Rp620.250 ÷ Rp1.221.000 = 50,8%.

Risetika tidak menulis angka ROI dalam persen. Yang ditampilkan adalah dua bahan rumusnya, untung bersih dan biaya iklan aktual, jadi ROI didapat dengan satu pembagian. ROAS impas yang dipakai untuk menilai chip ROAS berasal dari Kalkulator Target ROAS, tempat Anda mengisi HPP, harga jual, dan biaya kategori.

Kalkulator Target ROAS Risetika versi 1.0.18 dengan data contoh celana chino: HPP 75000, harga jual 150000, operasional 0, proses pesanan 1250, ROAS impas Rugi 2.4, Kompetitif 4.1, Konservatif 4.9, Prospektif 9.8, Profit Kotor per produk Rp 61.375 atau 40.92%, Total biaya Shopee Rp 13.625
Data contoh. Kalkulator menghitung laba per barang sebelum iklan Rp61.375 dan ROAS impas 2,4 (tepatnya 2,44), angka yang sama dengan hitungan tangan di atas. Batas ini belum memuat PPN iklan; PPN masuk lewat ROAS aktual di tabel iklan.

Cara mengisi HPP per iklan dan mengatur ambangnya ada di panduan Evaluasi Dashboard Iklan dan panduan Kalkulator Target ROAS.

Kesalahan saat menghitung ROI iklan Shopee

  • Menyamakan ROI dengan ROAS. ROAS 6 tidak berarti untung enam kali lipat. Pada contoh celana, ROAS 6 setara ROI 121,2%.
  • Memakai biaya iklan tanpa PPN. Biaya di dashboard Rp500.000 berarti uang keluar Rp555.000. Pada Skenario A, melupakan PPN membuat untung terlihat Rp55.000 lebih besar.
  • Tidak mengurangi potongan Shopee. Biaya admin dan Rp1.250 per pesanan tetap dipotong walau pesanannya datang dari iklan.
  • Menilai kenaikan budget dari ROI rata-rata. Skenario B masih ber-ROI 50,8%, tetapi tambahan modalnya rugi. Pakai ROI tambahan.
  • Mengejar patokan "ROI bagus" dari luar. Di halaman resmi Shopee yang kami baca tidak ada angka ROI yang dianggap bagus. Batas yang berlaku untuk produk Anda adalah 0%, dan pembandingnya ROI iklan lain di toko Anda sendiri.

Untuk menurunkan batas biaya iklan dari margin produk, baca juga ACOS Shopee dan margin keuntungan Shopee. Kalau Anda sedang menentukan berapa rupiah per hari yang aman untuk iklan, lihat budget iklan Shopee.

Pertanyaan yang sering muncul

ROI iklan Shopee yang bagus berapa?

Di halaman resmi Shopee yang kami baca tidak ada angka ROI yang dianggap bagus. Batas yang pasti adalah 0%: di atasnya iklan menambah untung, di bawahnya iklan menggerus laba. Setelah itu bandingkan ROI antariklan di toko Anda sendiri, dan cek ROI tambahan setiap kali budget dinaikkan.

Kenapa kolom ROI tidak ada di dashboard Iklan Shopee?

Shopee mengganti nama metrik ROI menjadi ROAS di Iklan Shopee, dengan definisi yang sama, yaitu penjualan dibagi biaya. Angka itu belum mengurangi modal barang, potongan Shopee, dan PPN iklan, jadi ROI dalam arti untung bersih perlu dihitung sendiri.

Apakah ROI di Iklan Affiliate (AMS) sama dengan ROI di artikel ini?

Tidak. Menurut Pusat Edukasi Penjual Shopee, ROI di AMS adalah penjualan dibagi estimasi total komisi ditambah biaya iklan. Itu rasio penjualan, bukan untung bersih, jadi tetap perlu dikurangi modal dan potongan Shopee sebelum dinilai.

Apakah pesanan yang batal ikut dihitung dalam Penjualan dari Iklan?

Ya. Menurut FAQ Iklan Shopee, nilai Penjualan pada Iklan Shopee termasuk pesanan yang dibatalkan dan pesanan yang dikembalikan atau direfund. Bila banyak pesanan batal, kurangi dulu penjualan dan jumlah terjualnya sebelum menghitung ROI.

Apakah rumus ROI ini berlaku untuk iklan GMV Max?

Ya, rumusnya sama: untung bersih dibagi biaya iklan aktual. Bedanya, penjualan GMV Max juga bisa dihitung dari tampilan iklan dalam 1 hari, selain dari klik dalam 7 hari, jadi bandingkan hasilnya dengan penjualan toko secara keseluruhan.

Baca angka pasarnya sendiri

Risetika menempelkan estimasi omzet, rentang harga, dan umur listing langsung di hasil pencarian Shopee. Coba gratis 3 hari.