Semua artikel

RISET PRODUK

Fake Order Shopee: Sanksi, Ciri, dan Ongkosnya

Fake order Shopee: sanksi 3 sampai 9 poin penalti, ciri pesanan mencurigakan, hitung ongkos 30 pesanan palsu, dan cara membaca terjual pesaing yang dipompa.

Fake order Shopee adalah pesanan palsu yang dibuat penjual sendiri, atau oleh orang yang dibayar atau dimintai tolong, supaya angka terjual dan penilaian produk tampak tinggi; Shopee menyebutnya brushing dan menghukumnya dengan 3, 6, atau 9 poin penalti ditambah penghapusan produk atau pembatasan akun. Selain berisiko, tiap pesanan palsu tetap kena biaya admin, biaya proses Rp1.250, dan ongkir, sehingga 30 pesanan palsu untuk produk Rp100.000 bisa menghabiskan Rp847.500 (angka contoh di bawah). Kalau Anda sedang meriset pasar, ingat juga sisi sebaliknya: angka terjual pesaing bisa ikut dipompa, jadi baca rasio ulasan dan umur listingnya sebelum percaya.

Apa itu fake order menurut kebijakan Shopee

Pusat Edukasi Penjual Shopee tidak memakai istilah fake order, tetapi Kebijakan Anti-Brushing (diperbarui 27 November 2025, dibaca 23 Oktober 2026). Definisinya: "Segala bentuk aktivitas seperti tindakan pemalsuan pada pesanan, penilaian, pengikut, dan likes yang sengaja dibuat untuk meningkatkan penjualan."

Halaman yang sama menjelaskan caranya terjadi: penjual "membayar/meminta seseorang untuk membuat pesanan, menulis penilaian positif, mengikuti toko, dan memberikan likes yang palsu." Kata meminta penting di sini. Pesanan dari akun teman atau keluarga yang tidak benar-benar ingin membeli tetap masuk definisi itu, walau tidak ada uang jasa yang dibayar.

Shopee juga menulis bahwa pelaku jasa kecurangan biasa menawarkan diri lewat chat penjual dan lewat situs web. Jadi pesan masuk yang menjanjikan "naikkan terjual" atau "review bintang 5" adalah tawaran yang dilarang, bukan layanan resmi.

Sanksi fake order Shopee: poin, produk dihapus, akun dibatasi

Di halaman Sistem & Ketentuan Poin Penalti (17 September 2026), baris "Pemalsuan pesanan dan penilaian" di kelompok Persaingan Tidak Sehat diberi 3 Poin/6 Poin/9 Poin + Produk Dihapus atau Pembatasan/Pemblokiran Akun, dengan catatan bahwa jumlah poinnya didasarkan pada jenis pelanggarannya. Shopee tidak merinci jenis mana yang mendapat 3, 6, atau 9 poin.

Poin itu bertumpuk dengan poin lain yang sudah Anda punya. Menurut FAQ Sistem Poin Penalti (9 Oktober 2026), dampaknya mengikuti tingkatan berikut:

Total poinTingkatanDampak
kurang dari 30belum ada pembatasan
3-5Idilarang ikut promosi Shopee, posisi produk diturunkan di halaman utama, kategori, dan pencarian
6-8IIsama dengan tingkatan I
9-11IIIsama dengan tingkatan I
12-14IVditambah larangan meng-upload produk baru dan mengubah produk
15 atau lebihVditambah pembatasan akun

Artinya, satu pelanggaran brushing yang diberi 3 poin saja sudah mengeluarkan toko dari promosi Shopee dan menurunkan posisi produknya. Poin diatur ulang menjadi 0 pada Senin terakhir di bulan Maret, Juni, September, dan Desember. Untuk kuartal ini, itu jatuh pada 28 Desember 2026, jadi poin yang didapat akhir Oktober menempel kira-kira dua bulan, termasuk hampir sepanjang Desember.

Produknya sendiri punya jalur terpisah. Menurut halaman Konsekuensi Brushing, Anda bisa mengajukan banding lewat Customer Service Shopee dengan surat pernyataan dan ID produk. Produk dihapus permanen 30 hari kalender setelah notifikasi bila Anda tidak banding dalam 30 hari kalender itu atau bandingnya ditolak.

Ada juga baris lain yang sering bersinggungan dengan fake order: mengirim paket kosong atau paket yang berbeda jauh dari pesanan diberi 6 poin untuk pelanggaran pertama, 9 poin untuk yang kedua, dan pembatasan akun untuk yang ketiga dan seterusnya. Fake order yang dikirim dengan paket kosong supaya hemat modal bisa terkena baris ini juga.

Ciri pesanan yang dianggap mencurigakan

Halaman resmi Shopee tidak menjelaskan cara kerja pendeteksiannya, jadi daftar di bawah bukan cara "lolos", melainkan contoh yang Shopee sendiri tulis di halaman Anti-Brushing:

  • harga produk yang tidak wajar atau jauh dari harga pasaran;
  • perbedaan besar dari tren pesanan sebelumnya, misalnya banyak pesanan untuk produk yang sama dalam waktu singkat;
  • melibatkan pembeli yang sudah teridentifikasi melakukan kecurangan;
  • terdeteksi melakukan kecurangan dalam bertransaksi.

Kalimat sesudahnya lebih penting bagi penjual: "transaksi yang mencurigakan terkadang tidak terhitung sebagai jumlah produk yang terjual walaupun Anda tidak terlibat dalam tindakan pemalsuan pesanan." Jadi pesanan palsu bisa dibayar penuh tetapi tidak menambah angka terjual sama sekali. Shopee juga menulis bahwa akun pembeli yang ikut memalsukan pesanan akan dibatasi, dan semua penilaian dari pengguna yang terbukti curang dihapus dari toko penjual.

Hitung ongkos fake order sebelum tergoda

Banyak penjual mengira fake order "hanya modal muter", karena uang pembelian kembali ke saldo penjual. Yang tidak kembali adalah potongan Shopee, ongkir, dan upah jasa. Hitungannya per pesanan:

Ongkos satu pesanan palsu = biaya admin + biaya program yang diikuti + biaya proses pesanan + ongkir yang dibayar "pembeli" + upah jasa, belum termasuk barang dan kemasan bila barangnya ikut dikirim dan tidak kembali.

Angka contoh: tumbler stainless seharga Rp100.000 di kategori Botol Minum & Aksesoris, penjual Non-Star. Tarif resminya (dibaca di Pusat Edukasi Penjual Shopee, 23 Oktober 2026): biaya admin 10%, Gratis Ongkir XTRA 5,5% (maks. Rp40.000 per kuantitas) bila ikut program, dan biaya proses Rp1.250 per pesanan selesai. Biaya proses tidak dikenakan pada 50 pesanan pertama bagi penjual Non-Star yang meng-upload produk pertamanya sebelum 1 Agustus 2026. Ongkir Rp12.000 dan upah jasa Rp5.000 per pesanan adalah angka contoh; ganti dengan angka Anda. Target: 30 pesanan palsu.

Per pesananSkenario A: Rp100.000, tanpa XTRASkenario B: Rp100.000, ikut XTRASkenario C: harga diturunkan ke Rp20.000
Uang keluar ke "pembeli" (harga + ongkir + jasa)Rp117.000Rp117.000Rp37.000
Biaya admin 10%Rp10.000Rp10.000Rp2.000
Gratis Ongkir XTRA 5,5%-Rp5.500-
Biaya proses pesananRp1.250Rp1.250Rp1.250
Uang masuk ke saldo penjualRp88.750Rp83.250Rp16.750
Ongkos per pesanan palsuRp28.250Rp33.750Rp20.250
Ongkos 30 pesanan palsuRp847.500Rp1.012.500Rp607.500

Skenario A, cek balik: keluar Rp100.000 + Rp12.000 + Rp5.000 = Rp117.000. Masuk Rp100.000 - Rp10.000 - Rp1.250 = Rp88.750. Selisihnya Rp28.250, sama dengan jumlah potongan Rp11.250 ditambah ongkir dan jasa Rp17.000. Dikali 30 pesanan: Rp847.500.

Skenario B, cek balik: keluar tetap Rp117.000. Masuk Rp100.000 - Rp10.000 - Rp5.500 - Rp1.250 = Rp83.250. Selisih Rp33.750, dikali 30: Rp1.012.500. Ikut XTRA membuat setiap pesanan palsu lebih mahal Rp5.500.

Skenario C, cek balik: keluar Rp20.000 + Rp12.000 + Rp5.000 = Rp37.000. Masuk Rp20.000 - Rp2.000 - Rp1.250 = Rp16.750. Selisih Rp20.250, dikali 30: Rp607.500. Ongkosnya turun, tetapi "harga produk yang tidak wajar atau jauh dari harga pasaran" adalah contoh pertama pesanan mencurigakan di halaman Shopee. Skenario dengan ongkos terkecil ini justru memakai pola yang Shopee sebut mencurigakan, dan pesanannya bisa tidak dihitung sebagai terjual.

Lalu berapa pesanan asli yang dibutuhkan hanya untuk menutup ongkos itu? Misalkan modal tumbler Rp55.000 dan kemasan Rp2.000 (angka contoh). Laba satu pesanan asli tanpa XTRA = Rp100.000 - Rp10.000 - Rp1.250 - Rp55.000 - Rp2.000 = Rp31.750, dan dengan XTRA Rp26.250.

  • Skenario A: Rp847.500 dibagi Rp31.750 = 26,7, jadi butuh 27 pesanan asli hanya untuk balik modal fake order.
  • Skenario B: Rp1.012.500 dibagi Rp26.250 = 38,6, jadi 39 pesanan asli.
  • Skenario C: Rp607.500 dibagi Rp31.750 = 19,1, jadi 20 pesanan asli, dengan risiko terjualnya tidak terhitung.

Kalau barang ikut dikirim ke "pembeli" dan tidak kembali, tambahkan modal dan kemasan Rp57.000 per pesanan: ongkos Skenario A naik menjadi Rp85.250 per pesanan, atau Rp2.557.500 untuk 30 pesanan. Semua angka di atas belum menghitung kerugian yang lebih berat, yaitu kalau produk dihapus atau toko masuk tingkatan penalti. Untuk memasukkan biaya Shopee lain ke laba per pesanan, lihat biaya admin Shopee dan biaya proses pesanan.

Membaca angka terjual pesaing yang mungkin dipompa

Fake order juga merusak riset Anda, bukan hanya toko pelakunya. Angka terjual yang Anda lihat di Shopee, dan angka yang dibaca Risetika, sama-sama berasal dari Shopee. Risetika menghitung omzet sebagai harga dikali terjual, jadi Risetika tidak bisa membedakan pesanan asli dari pesanan palsu. Yang bisa dilakukan adalah mencari produk yang angkanya janggal dibanding pesaing di keyword yang sama, lalu memeriksanya sebelum angka itu masuk ke keputusan Anda.

Data contoh: panel Riset Market Risetika untuk keyword tumbler stainless, berisi ringkasan pasar, rentang harga, omzet, terjual per bulan, dan umur listing, dengan ikon unduh CSV ditandai di baris tombol kanan bawah.
Ikon unduh CSV di panel Riset Market (data contoh). Berkas CSV ini memuat kolom Total Terjual, Terjual 30 Hari, Jumlah Ulasan, dan Umur Listing per produk. Angka di layar ini dan di tabel bawah adalah data rekaan untuk artikel, bukan data Shopee sungguhan, dan keduanya tidak sama.

Caranya dengan CSV Riset Market (lihat cara download data produk Shopee untuk arti 18 kolomnya):

  1. Kumpulkan produk satu keyword di panel Riset Market, lalu unduh CSV-nya.
  2. Di spreadsheet, buat kolom baru: Jumlah Ulasan dibagi Total Terjual. Tidak semua pembeli memberi ulasan, jadi angkanya selalu jauh di bawah jumlah terjual; yang dicari adalah produk yang jauh di bawah pesaing sejenisnya.
  3. Hitung nilai tengah (median) rasio itu untuk keyword tersebut. Sebagai patokan kasar yang belum diuji, tandai produk yang rasionya di bawah separuh median.
  4. Untuk produk yang ditandai, lihat Umur Listing dan Terjual 30 Hari. Produk berumur 1 sampai 2 bulan yang terjual ribuan, tetapi hampir tanpa ulasan, layak diperiksa manual: baca ulasannya dan lihat apakah isinya umum dan seragam.
  5. Hitung ulang ukuran pasar dengan dan tanpa produk itu, lalu lihat apakah keputusan Anda berubah.

Contoh dengan data rekaan, keyword tumbler stainless:

ProdukHargaTotal TerjualJumlah UlasanUlasan dibagi TerjualUmur ListingTerjual 30 HariOmzet 30 Hari
ARp89.0004.2001.89045,0%26 bulan160Rp14.240.000
BRp65.0002.6001.04040,0%18 bulan120Rp7.800.000
CRp120.0001.50069046,0%30 bulan45Rp5.400.000
DRp99.0003.000963,2%2 bulan1.400Rp138.600.000
ERp75.00090036040,0%9 bulan70Rp5.250.000

Median rasio kelima produk 40,0%, separuhnya 20%. Produk D jauh di bawahnya (3,2%), baru berumur 2 bulan, dan menyumbang Rp138.600.000 dari total omzet 30 hari Rp171.290.000, atau 80,9%.

  • Bila D dihitung, target omzet Anda Rp10.000.000 per bulan hanya 5,8% dari pasar, dan keyword ini tampak lapang.
  • Bila D dikeluarkan, pasar tinggal Rp32.690.000 dan target yang sama menjadi 30,6% dari pasar. Itu keputusan yang sangat berbeda.

Keputusannya: jangan putuskan masuk dari total yang memuat D. Baca dulu ulasan D (fitur Bedah Ulasan membantu meringkasnya), dan kalau ragu, pakai angka tanpa D sebagai batas bawah. Rasio ini hanya menangkap pesanan palsu yang tidak disertai ulasan. Brushing yang juga memalsukan ulasan akan tampak wajar di kolom ini, jadi tetap baca isi ulasannya. Rasio rendah juga bisa punya sebab lain, misalnya produk yang sering dibeli ulang oleh pembeli yang sama, jadi anggap ini tanda untuk diperiksa, bukan bukti.

Pembeli fiktif berbeda dengan fake order

Pencarian "ciri fake order" sering bercampur dengan penipuan yang menimpa penjual. Shopee menyebutnya pembeli fiktif: penipu menyamar sebagai pembeli yang punya masalah pembayaran atau pengiriman, lalu meminta penjual memindai kode QR atau membuka tautan login palsu. Tujuannya mengambil alih akun, bukan menaikkan terjual. Jangan pernah memindai kode QR atau membagikan kode verifikasi, password, atau PIN Saldo Penjual kepada pembeli, dan segera ganti password lalu hubungi Customer Service Shopee bila sudah terlanjur.

Cara melaporkan fake order dan jasa fake order

  • Jasa yang menawarkan lewat chat: laporkan dari ikon titik tiga di kanan atas kolom chat.
  • Produk pesaing yang terjualnya dipalsukan: buka halaman produk di aplikasi atau situs Shopee, pilih Laporkan, lalu pilih Lainnya dan tulis alasannya.
  • Ulasan palsu: laporkan dari ikon pada ulasan yang bersangkutan, juga dengan pilihan Lainnya.

Anda harus login untuk membuat laporan. Laporan adalah jalur resmi; menuduh pesaing di kolom ulasan atau media sosial tanpa bukti justru bisa menjadi masalah baru.

Cara menaikkan terjual tanpa fake order

Halaman Anti-Brushing sendiri mengarahkan ke dua jalan: optimasi pencarian dan iklan. Keduanya punya ongkos yang bisa dihitung, sama seperti fake order, tetapi tanpa poin penalti:

  • Perbaiki judul dan isi listing lewat SEO Shopee, karena produk baru butuh waktu untuk muncul (lihat produk baru Shopee berapa lama laku).
  • Kalau memilih iklan, tetapkan batasnya dari laba per pesanan, seperti di budget iklan Shopee. Ongkos Rp847.500 di Skenario A adalah angka pembanding yang jujur untuk anggaran itu.
  • Balas ulasan pembeli asli dengan baik (contohnya di sini), karena Shopee sendiri menulis bahwa pembeli mempertimbangkan penilaian produk dan toko serta jumlah terjual sebelum membeli.

Semua tarif di artikel ini dibaca dari Pusat Edukasi Penjual Shopee pada 23 Oktober 2026 dan bisa berubah. Periksa halaman resminya sebelum menghitung ulang dengan angka Anda.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah order pakai akun teman atau keluarga termasuk fake order?

Termasuk, bila teman atau keluarga itu memesan hanya untuk menaikkan angka terjual atau memberi penilaian, bukan karena memang ingin membeli. Kebijakan Anti-Brushing Shopee menyebut penjual yang membayar atau meminta seseorang membuat pesanan dan menulis penilaian palsu. Teman yang memang membeli dan memakai barangnya adalah pembeli biasa.

Apakah poin penalti karena fake order bisa hilang?

Poin penalti diatur ulang menjadi 0 pada Senin terakhir bulan Maret, Juni, September, dan Desember, menurut FAQ Sistem Poin Penalti Shopee. Produk yang dihapus karena brushing berbeda: produk itu dihapus permanen 30 hari kalender setelah notifikasi bila Anda tidak mengajukan banding atau bandingnya ditolak.

Apakah Risetika bisa mendeteksi pesanan palsu pesaing?

Tidak. Angka terjual yang dibaca Risetika berasal dari Shopee, sama dengan yang Anda lihat di halaman produk. Yang bisa Anda lakukan adalah mengunduh CSV Riset Market, membandingkan jumlah ulasan dengan total terjual dan umur listing antar produk, lalu memeriksa manual produk yang angkanya janggal.

Kalau saya tidak ikut fake order, apakah terjual saya bisa ikut tidak terhitung?

Bisa. Shopee menulis bahwa transaksi yang mencurigakan terkadang tidak terhitung sebagai jumlah produk yang terjual walaupun penjualnya tidak terlibat pemalsuan pesanan, misalnya pesanan dengan harga jauh dari harga pasaran atau lonjakan besar dalam waktu singkat.

Baca angka pasarnya sendiri

Risetika menempelkan estimasi omzet, rentang harga, dan umur listing langsung di hasil pencarian Shopee. Coba gratis 3 hari.