Semua artikel

RISET PRODUK

Cara Menghitung Stok Minimum untuk Jualan Shopee

Cara menghitung stok minimum untuk toko Shopee: rumus safety stock dan titik pesan ulang, contoh tiga skenario dengan cek balik, dan stok per varian.

Cara menghitung stok minimum: kalikan penjualan harian tertinggi dengan waktu tunggu barang yang terlama, dan saat stok tersisa sebanyak angka itu, pesan ulang ke supplier. Angka yang sama didapat dari rumus panjangnya, yaitu rata-rata penjualan harian dikali waktu tunggu rata-rata, ditambah safety stock (stok pengaman). Contoh: botol yang laku rata-rata 12 per hari, tertinggi 18 per hari, dengan waktu tunggu biasanya 4 hari dan terlama 6 hari, perlu dipesan ulang saat stoknya tinggal 108.

Di bawah ada asal rumusnya, cara menghitung waktu tunggu untuk toko Shopee, contoh tiga skenario dengan cek balik, cara memperkirakan penjualan bila produknya belum pernah Anda jual, cara membagi stok ke tiap varian, dan apa yang terjadi di Shopee bila stok habis.

Rumus stok minimum dan safety stock

Ada tiga angka yang saling terkait. Ketiganya dihitung per produk, karena botol yang laku 12 per hari dan tutup botol yang laku 2 per hari tidak bisa memakai angka yang sama.

  • Kebutuhan selama menunggu = rata-rata penjualan per hari dikali waktu tunggu rata-rata. Pusat Edukasi Penjual Shopee menyebutnya lead time demand: jumlah stok yang dibutuhkan selama barang berikutnya masih dalam perjalanan.
  • Safety stock = (penjualan harian tertinggi dikali waktu tunggu terlama) dikurangi kebutuhan selama menunggu. Ini cadangan untuk hari yang lebih ramai dari biasa dan supplier yang terlambat.
  • Stok minimum, disebut juga titik pesan ulang atau reorder point = kebutuhan selama menunggu ditambah safety stock.

Kalau rumus kedua dimasukkan ke rumus ketiga, kebutuhan selama menunggu saling menghapus. Hasilnya tinggal penjualan harian tertinggi dikali waktu tunggu terlama. Rumus panjang tetap berguna, karena ia memisahkan stok yang pasti terjual (kebutuhan selama menunggu) dari stok cadangan yang mungkin diam lama di rak (safety stock). Cadangan itulah yang menahan modal Anda.

Halaman Mengenal Lead Time Demand dan Safety Stock di Pusat Edukasi Penjual Shopee (tanggal halaman 20-05-2022, dibaca 17 Oktober 2026) memakai bahan yang sama: penjualan maksimal per hari dan waktu tunggu terlama untuk safety stock. Halaman itu juga menyarankan agar "penjualan tertinggi" tidak diambil dari satu hari yang luar biasa ramai, melainkan dari persentil. Persentil 90 artinya 90% hari penjualannya sama atau lebih kecil dari angka itu. Shopee menyarankan persentil 90 atau 80 untuk masa promo, dan persentil 70, 60, atau 50 untuk hari biasa, tergantung seberapa tinggi permintaannya. Di Excel atau Google Sheets angka itu didapat dengan fungsi PERCENTILE dari penjualan harian 30 hari terakhir.

Rumus lain yang sering muncul memakai simpangan baku dan nilai Z, misalnya safety stock = Z dikali simpangan baku penjualan harian dikali akar waktu tunggu. Hasilnya lebih halus untuk toko yang punya data harian panjang. Untuk toko Shopee yang baru punya data satu atau dua bulan, rumus penjualan tertinggi kali waktu tunggu terlama lebih mudah diperiksa dan cukup aman.

Menghitung waktu tunggu barang sampai siap dijual

Waktu tunggu (lead time) bukan hanya lama pengiriman dari supplier. Hitung dari hari Anda memesan sampai barang bisa dikirim ke pembeli Shopee. Contoh di halaman Shopee di atas menjumlahkan empat bagian untuk lakban: 1 hari memesan, 3 hari supplier memproses, 3 hari pengiriman ke gudang, dan 2 hari proses masuk gudang, jadi 9 hari.

Untuk toko online kecil, bagian terakhir itu biasanya berupa membongkar paket, memeriksa barang cacat, dan memperbarui jumlah stok di Seller Centre. Catat setiap kali Anda belanja stok: tanggal pesan, tanggal barang siap dijual. Dari lima atau enam catatan, ambil rata-ratanya dan yang terlama. Waktu terlama itulah yang dipakai untuk safety stock, karena justru keterlambatan seperti itu yang membuat stok habis.

Contoh hitung: botol minum dalam tiga skenario

Semua angka di bagian ini adalah angka contoh. Produknya botol minum 1 liter dengan modal Rp21.000 per botol dan laba bersih Rp8.500 per botol setelah potongan Shopee. Cara menghitung laba bersih per unit ada di artikel cara menghitung keuntungan jualan di Shopee.

Skenario A: produk sudah laku, supplier satu kota. Data 30 hari terakhir: rata-rata 12 botol per hari, persentil 90 sebanyak 18 botol per hari. Waktu tunggu rata-rata 4 hari, terlama 6 hari.

  • Kebutuhan selama menunggu: 12 x 4 = 48 botol.
  • Safety stock: (18 x 6) dikurangi 48 = 108 dikurangi 48 = 60 botol.
  • Stok minimum: 48 + 60 = 108 botol.

Cek balik: bila supplier terlambat sampai 6 hari dan selama itu penjualan setinggi 18 per hari, 108 botol habis tepat di hari ke-6, saat barang baru datang. Bila penjualan dan waktu tunggu normal, 48 botol terjual dan 60 botol sisa saat barang datang. Sisa itu adalah safety stock yang memang disiapkan.

Cara yang salah: memesan ulang saat stok tinggal 48 (rata-rata dikali waktu tunggu, tanpa safety stock). Pada hari ramai 18 per hari, 48 botol habis setelah sekitar 2,7 hari. Sampai hari ke-6 ada 60 botol yang tidak bisa dijual, atau laba Rp510.000 yang hilang (60 x Rp8.500), belum termasuk pembeli yang pindah ke toko lain.

Skenario B: penjualan sama, supplier luar pulau. Rata-rata dan persentil 90 sama dengan Skenario A, tetapi waktu tunggu rata-rata 14 hari dan terlama 21 hari.

  • Kebutuhan selama menunggu: 12 x 14 = 168 botol.
  • Safety stock: (18 x 21) dikurangi 168 = 378 dikurangi 168 = 210 botol.
  • Stok minimum: 168 + 210 = 378 botol.

Cek balik: 378 dibagi 18 = 21 hari, sama dengan waktu tunggu terlama. Safety stock 210 botol menahan modal Rp4.410.000 (210 x Rp21.000), tiga setengah kali Skenario A yang hanya Rp1.260.000 (60 x Rp21.000). Tanpa safety stock, 168 botol habis dalam sekitar 9,3 hari pada hari ramai, dan 210 botol atau laba Rp1.785.000 tidak terjual.

Keputusan: penjualannya sama persis, tetapi supplier yang jauh membuat modal yang diam di rak naik tiga setengah kali. Sebelum memilih supplier luar pulau karena harganya lebih murah, bandingkan selisih harga per botol dengan modal tambahan Rp3.150.000 yang tertahan (Rp4.410.000 dikurangi Rp1.260.000).

Skenario C: produk baru, belum ada data penjualan sendiri. Rata-rata penjualan diperkirakan 3 botol per hari dari produk pesaing yang baru (cara mendapatkannya di bagian berikut). Karena belum ada data hari ramai, kami memakai patokan kasar: penjualan tertinggi dianggap dua kali rata-rata, yaitu 6 per hari. Patokan ini belum diuji dengan data; ganti dengan persentil 90 milik Anda setelah 30 hari berjualan. Waktu tunggu sama dengan Skenario A.

  • Kebutuhan selama menunggu: 3 x 4 = 12 botol.
  • Safety stock: (6 x 6) dikurangi 12 = 36 dikurangi 12 = 24 botol.
  • Stok minimum: 12 + 24 = 36 botol.
  • Stok awal untuk 14 hari pertama: (3 x 14) + 24 = 66 botol.

Cek balik: 36 dibagi 6 = 6 hari, sama dengan waktu tunggu terlama.

SkenarioKebutuhan selama menungguSafety stockStok minimumModal di safety stock
A: laku, supplier dekat4860108Rp1.260.000
B: laku, supplier jauh168210378Rp4.410.000
C: produk baru122436Rp504.000

Stok minimum hanya menjawab kapan memesan. Berapa yang dipesan tergantung seberapa sering Anda mau belanja stok. Di Skenario A, belanja tiap 14 hari berarti memesan 12 x 14 = 168 botol. Saat barang itu datang di hari normal, stok di rak menjadi 60 + 168 = 228 botol.

Belum punya data penjualan? Mulai dari produk pesaing

Rumus di atas butuh rata-rata penjualan harian. Penjual baru belum punya angka itu, jadi pinjam dari produk sejenis di Shopee. Risetika menempelkan angka Terjual/Bln di setiap kartu produk hasil pencarian Shopee. Angka itu diambil dari jumlah terjual 30 hari yang dikirim Shopee, bukan tebakan dari total terjual.

Data contoh: empat kartu produk botol minum 1 liter di hasil pencarian Shopee dengan baris Risetika. Motivasi Tali Rp39.000, umur 1 tahun 6 bulan, 620 terjual per bulan. Stainless Tutup Sedotan Rp42.000, 11 bulan, 310 per bulan. Botol Air 1L Anti Bocor Rp37.500, 5 bulan, 140 per bulan. Tumbler Viral Rp35.000, 4 bulan, 95 per bulan
Data contoh. Kartu produk untuk keyword botol minum 1 liter dengan baris tambahan Risetika: umur listing, Terjual/Bln, Omzet/Bln, dan total terjual. Produk, toko, dan angkanya rekaan untuk artikel ini.

Jangan ambil angka produk teratas. Botol pertama di gambar sudah berjualan 1 tahun 6 bulan dengan 2.940 ulasan, dan toko baru tidak akan langsung menyamainya. Kalau Anda memakai 620 per bulan, rata-ratanya sekitar 20,7 botol per hari dan stok 14 hari menjadi sekitar 290 botol, atau modal Rp6.090.000. Dengan angka di Skenario C, stok awalnya 66 botol atau Rp1.386.000. Selisih Rp4.704.000 itu adalah barang yang kemungkinan besar masih menumpuk sebulan kemudian.

Pakai produk yang umurnya masih muda dan harganya setara. Di gambar, dua listing berumur 4 dan 5 bulan menjual 95 dan 140 botol per bulan, atau sekitar 3,2 dan 4,7 botol per hari. Skenario C mengambil angka yang lebih kecil, dibulatkan menjadi 3 per hari. Angka ini tetap perkiraan, karena toko Anda bisa lebih ramai atau lebih sepi dari pesaing itu. Cara memilih produk pembanding dibahas di cara melihat produk terlaris di Shopee per bulan, dan cara memakai angka yang sama untuk menghitung modal di modal awal jualan di Shopee.

Membagi stok ke tiap varian

Stok minimum yang dihitung per produk masih harus dibagi ke warna atau ukuran. Kalau varian terlaris habis, toko tetap kehilangan penjualan walau total stoknya terlihat cukup. Pakai data penjualan per varian dari Seller Centre bila ada. Untuk produk baru, panel Varian Terlaris di Risetika menghitung berapa kali tiap varian disebut di ulasan pembeli produk pesaing.

Data contoh: panel Varian Terlaris Risetika untuk botol minum 1 liter. Terjual 9.800, harga Rp39.000, rating 4.9, sekitar 544 terjual per bulan, 2.940 ulasan, sekitar 30% pembeli mengulas. Dari 500 ulasan yang dibaca: Hitam 230, Pink 120, Biru 90, Hijau 60
Data contoh. Panel Varian Terlaris membaca 500 ulasan pertama dan menghitung varian yang disebut di tiap ulasan. Angkanya jumlah ulasan, bukan jumlah terjual. Produk dan angkanya rekaan untuk artikel ini.

Dari 500 ulasan di contoh ini, porsinya Hitam 46%, Pink 24%, Biru 18%, dan Hijau 12%. Pesanan 168 botol di Skenario A dibagi dengan porsi itu lalu dibulatkan ke atas: Hitam 78, Pink 41, Biru 31, Hijau 21, total 171 botol. Pembulatan ke atas menambah 3 botol, dan itu lebih murah daripada kehabisan satu warna.

Porsi ulasan hanya mendekati porsi penjualan. Tidak semua pembeli mengulas (di contoh ini sekitar 30%), dan pembeli warna tertentu bisa lebih rajin mengulas. Setelah sebulan berjualan, ganti porsi itu dengan penjualan per varian milik Anda sendiri. Penjelasan lengkap panel ini ada di cara melihat variasi yang laris di Shopee dan di panduan Varian Terlaris.

Kalau stok habis di Shopee

Masalahnya muncul ketika jumlah stok di Seller Centre lebih banyak dari barang yang benar-benar ada, misalnya karena stok dipakai juga untuk toko di marketplace lain atau lupa diperbarui. Pesanan masuk, barangnya tidak ada. Ini akibat yang tertulis di halaman resmi Shopee yang kami baca pada 17 Oktober 2026:

  • Pembatalan sepihak oleh penjual karena stok produk habis berpengaruh pada Tingkat Pesanan yang Tidak Terselesaikan (Tentang Pembatalan Pesanan, tanggal halaman 27-07-2026). Untuk pesanan berisi beberapa produk, ada Pembatalan Sebagian Pesanan, sehingga produk lain tetap bisa dikirim.
  • Pusat Edukasi Penjual menulis bahwa jumlah stok yang tidak sesuai dapat membuat penjual tidak mampu memenuhi pesanan, dan bila itu terjadi toko mendapat poin penalti (edu 17554, tanggal halaman 07-02-2023).
  • Menunggu stok baru juga tidak aman. Pesanan reguler yang tidak dikirim sampai hari keempat dibatalkan otomatis dan ikut memengaruhi Tingkat Pesanan Tidak Terselesaikan (Keterlambatan Pengiriman dan Pesanan Tidak Terselesaikan, tanggal halaman 14-10-2026).

Kalau waktu tunggu supplier memang panjang, pre-order bisa menjadi jalan keluar. Halaman yang sama menulis bahwa produk pre-order harus dikirim dalam 3 sampai 30 hari kerja. Shopee membatasi persentase produk pre-order di toko, dan daftar produk pre-order yang kehabisan stok tetap dihitung dalam persentase itu (edu 16041). Jadi pre-order cocok untuk sebagian produk, bukan pengganti stok minimum.

Shopee juga punya Stoku, sistem manajemen stok yang menurut panduannya (tanggal halaman 08-04-2025) punya menu Waktu Stok Habis. Menu itu memberi saran waktu menambah stok bila Anda mengisi Lead Time (waktu stok ulang dari supplier) di menu Pengadaan, dan datanya diperbarui sekali sehari pukul 08.00 WIB. Estimasi Waktu Kehabisan Stok di sana dihitung dari stok tersedia dibagi rata-rata produk terjual 30 hari terakhir. Perhatikan bahwa angka itu memakai rata-rata, jadi pada hari ramai stok bisa habis lebih cepat dari perkiraannya. Safety stock di atas menutup selisih itu.

Kesalahan yang membuat stok minimum meleset

  • Memakai rata-rata saja. Rata-rata dikali waktu tunggu hanya cukup kalau setiap hari sama ramainya dan supplier tidak pernah terlambat. Skenario A menunjukkan selisihnya 60 botol.
  • Lupa masa promo. Persentil 90 dari hari biasa terlalu kecil untuk tanggal kembar. Hitung ulang safety stock dari data promo sebelumnya beberapa minggu sebelum kampanye, karena barang tambahan juga butuh waktu tunggu. Persiapan kampanye ada di cara ikut kampanye Shopee 11.11.
  • Satu angka untuk semua produk. Produk lambat dengan safety stock besar menahan modal lebih lama. Hitung per produk, dan per varian untuk produk laris.
  • Tidak menghitung ulang. Penjualan dan waktu tunggu berubah. Hitung ulang sebulan sekali, atau setiap kali ganti supplier. Untuk produk musiman, penjualan bisa turun tajam setelah musim lewat; cek dulu apakah produk Anda laku sepanjang tahun atau musiman.
  • Stok Seller Centre tidak sama dengan stok di rak. Rumus ini hanya berguna kalau angka stok yang Anda bandingkan dengan stok minimum adalah stok sungguhan.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa beda stok minimum, safety stock, dan reorder point?

Safety stock adalah cadangan untuk hari yang lebih ramai dan supplier yang terlambat. Reorder point atau titik pesan ulang adalah kebutuhan selama menunggu barang ditambah safety stock. Banyak toko menyebut titik pesan ulang itu sebagai stok minimum: saat stok turun ke angka itu, pesan ulang.

Safety stock dan buffer stock apakah sama?

Dalam pemakaian sehari-hari keduanya sama-sama berarti stok cadangan di atas kebutuhan normal. Yang penting bukan namanya, tetapi cara menghitungnya: dari penjualan harian tertinggi dan waktu tunggu terlama, bukan persen tetap dari stok.

Bagaimana menghitung stok minimum di Excel atau Google Sheets?

Tulis penjualan harian 30 hari terakhir di satu kolom. Rata-rata didapat dengan AVERAGE, penjualan tertinggi dengan PERCENTILE(kolom; 0,9) untuk masa promo atau persentil yang lebih rendah untuk hari biasa. Stok minimum = penjualan tertinggi dikali waktu tunggu terlama, safety stock = stok minimum dikurangi rata-rata dikali waktu tunggu rata-rata.

Berapa stok awal untuk produk yang baru mau dijual di Shopee?

Perkirakan penjualan harian dari produk pesaing yang umurnya masih muda dan harganya setara, bukan dari produk teratas. Stok awal = penjualan harian perkiraan dikali jumlah hari sampai belanja stok berikutnya, ditambah safety stock. Setelah 30 hari, hitung ulang dengan data penjualan Anda sendiri.

Seberapa sering stok minimum perlu dihitung ulang?

Sebulan sekali sudah cukup untuk kebanyakan toko, dan setiap kali ganti supplier atau menjelang kampanye besar. Penjualan harian dan waktu tunggu supplier berubah, jadi angka yang dihitung tiga bulan lalu bisa terlalu kecil atau terlalu besar.

Baca angka pasarnya sendiri

Risetika menempelkan estimasi omzet, rentang harga, dan umur listing langsung di hasil pencarian Shopee. Coba gratis 3 hari.